Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Usia Baru 20 Tahun, Fulviana Sudah Lulus Kedokteran UGM, Ini Rahasianya

Iwan Arfianto • Jumat, 5 Juni 2026 | 11:38 WIB
Fulviana Ramadlonia Agung Putri dan keluarga. Foto: dok. Universitas Gadjah Mada
Fulviana Ramadlonia Agung Putri dan keluarga. Foto: dok. Universitas Gadjah Mada

 

Jakarta - Kisah inspiratif datang dari dunia pendidikan tinggi. Fulviana Ramadlonia Agung Putri resmi menyandang gelar sebagai wisudawan termuda dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM).

Gadis yang akrab disapa Fulviana ini sukses menuntaskan studi S1 Kedokteran UGM pada usia yang sangat muda, yaitu 20 tahun 4 bulan 27 hari.

Predikat wisudawan termuda ini didapatkan Fulviana setelah menyisihkan statistik dari total 1.644 lulusan program S1 UGM yang menjalani prosesi wisuda pada 21 Mei lalu.

Sebagai gambaran, rata-rata usia para lulusan dalam periode wisuda tersebut berada di angka 22 tahun 6 bulan 15 hari.

Mulai Sekolah Sejak Usia 5 Tahun dan Ikut Kelas Akselerasi

Perjalanan akademik Fulviana yang terbilang kilat ini sejatinya sudah dimulai sejak masa kanak-kanak. Anak ketiga dari empat bersaudara ini tercatat sudah menempuh jenjang pendidikan dasar saat masih berusia 5 tahun 8 bulan.

Memasuki masa SMP, ia mengambil program akselerasi sehingga mampu menyelesaikan pendidikan menengah pertama hanya dalam kurun waktu 2 tahun saja.

Berkat rentetan efisiensi waktu tersebut, Fulviana berhasil menembus bangku perkuliahan di FK UGM saat usianya baru menginjak 16 tahun 8 bulan.

Menjadi mahasiswa kedokteran di usia yang sangat belia tentu mendatangkan tantangan emosional dan akademik yang tidak ringan bagi dirinya.

"Sebenarnya, di awal kuliah saya sempat merasa tertekan karena harus terus belajar dan menjaga konsistensi," kenang Fulviana seperti dikutip dari laman resmi UGM, Jumat (5/6/2026). "Tapi, dengan capaian ini, saya tentu merasa sangat senang, bangga, dan bersyukur. Jujur, saya tidak menyangka akan menjadi lulusan termuda."

Strategi Mengatasi Tekanan dan Menghindari Burnout

Bagi Fulviana, kunci utama agar seluruh proses perkuliahan padatnya dapat berjalan lancar adalah kemampuan untuk memahami kapasitas diri sendiri.

Ia tidak menampik bahwa di usianya saat itu, ada pergolakan batin antara keinginan bermain menikmati masa remaja dan tuntutan jadwal kuliah kedokteran yang sangat ketat.

Namun, alih-alih menyerah pada tekanan emosional dan mental, Fulviana memilih beradaptasi dengan ritme yang ada.

Melalui pemahaman diri yang baik, ia berhasil merumuskan metode belajar yang paling efektif tanpa harus mengorbankan waktu istirahat secara ekstrem demi menghindari stres atau burnout.

"Bagiku, tidak harus selalu belajar terlalu lama, tapi bagaimana bisa disiplin dan menjaga ritme belajar dengan baik," jelasnya.

Bersiap Menuju Tahap Profesi Dokter

Selama berkuliah dengan rekan-rekan yang usianya berada di atasnya, Fulviana mengaku tidak pernah merasa minder atau tertinggal.

Ia justru memanfaatkan perbedaan usia tersebut untuk menyerap banyak pelajaran, baik dari sisi keilmuan maupun cara para seniornya mengelola tingkat stres.

Bagi Fulviana, pencapaian ini bukan sekadar validasi atas angka usia, melainkan buah dari support sistem yang luar biasa dari orang tua, teman sejawat, dan lingkungan kampus.

Setelah merengkuh gelar Sarjana Kedokteran (S.Ked), target berikutnya adalah melanjutkan langkah ke jenjang profesi dokter (co-ass).

"Aku berharap bisa jadi dokter yang kompeten ilmunya dan bisa memberikan empati serta pelayanan terbaik bagi pasien," pungkas Fulviana sembari berpesan kepada generasi muda agar tidak takut membatasi mimpi hanya karena faktor usia.

Editor : Iwan Arfianto
#wisudawan termuda #s1 kedokteran ugm #tips sukses kuliah #motivasi belajar #prestasi akademik