RADAR KUDUS - Pratama Arhan, bek tim nasional Indonesia yang kini berkarier di Bangkok United, resmi menyandang gelar sarjana setelah lulus dari Program Studi Sarjana Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang.
Pemain yang akrab disapa Arhan itu menuntaskan sidang hasil skripsi dan diprediksi akan diwisuda pada April 2026 sebagai bagian dari angkatan pertama Udinus yang menerima ijazah berbasis teknologi blockchain.
Sebagai seorang atlet profesional yang berkompetisi di liga luar negeri, Arhan tetap menunjukkan dedikasinya untuk menyelesaikan pendidikan. Ia mengikuti program Sarjana Manajemen di Udinus sambil menjalani jadwal latihan dan pertandingan internasional.
Hal itu menunjukkan bahwa prestasi dalam dunia olahraga dan pendidikan bisa berjalan beriringan. Sidang skripsinya mendapat perhatian karena bukan hanya menandai kelulusannya sebagai sarjana, tetapi juga menjadi awal dari kemajuan Udinus dalam inovasi dokumen kelulusan.
Baca Juga: SNBP Unsoed 2026, 3.176 Lulus SNBP, Ini Prodi Paling Digemari
Arhan menjadi lulusan pertama dari Udinus yang mendapatkan ijazah menggunakan teknologi blockchain, yang mengintegrasikan salinan kertas resmi dengan rekaman digital yang ada di jaringan blockchain.
Dengan penerapan teknologi ini, setiap ijazah dari Udinus memiliki rekam jejak digital yang jelas, aman, dan tidak bisa dipalsukan, sehingga dapat memperkecil kemungkinan pemalsuan ijazah yang ada.
Rektor Udinus, Prof. Dr. Pulung Nurtantio Andono, menegaskan bahwa penerapan sepenuhnya ijazah berbasis blockchain adalah langkah strategis untuk menghadapi tuntutan era digital, di mana kebutuhan akan dokumen yang terverifikasi secara global semakin meningkat.
Inisiatif ini sejalan dengan upaya Udinus sebagai universitas pertama di Indonesia yang menerapkan sistem ijazah yang sepenuhnya berbasis blockchain, didukung oleh kerjasama dengan Dubai Blockchain Center, Indonesia Blockchain Center (IBC), serta Sealbound UAE.
Universitas yang berlokasi di Semarang tersebut juga telah meluncurkan IBC Chapter sebagai pusat studi blockchain di Jawa Tengah, dengan banyak pelatih bersertifikat internasional yang siap membentuk talenta digital berstandar global.
Kisah Arhan bukan sekadar tentang pencapaian akademik seorang pesepak bola, tetapi juga menjadi contoh bagaimana lulusan di era digital dapat memiliki bukti kompetensi yang terdokumentasi dengan aman dan mudah diverifikasi oleh institusi maupun perusahaan di seluruh dunia.
Editor : Anita Fitriani