GROBOGAN – Komitmen membangun sekolah berkarakter sekaligus berwawasan lingkungan terus diperkuat SMKN 2 Purwodadi.
Setelah meraih Adiwiyata Nasional 2023, sekolah ini kini mematangkan langkah menuju Adiwiyata Mandiri dengan menguatkan budaya “BESINAR”: Bersih, Sehat, Inovatif, Aman, dan Religius.
Kepala SMKN 2 Purwodadi, Jaenur, menegaskan bahwa pendidikan karakter dan kepedulian lingkungan harus berjalan beriringan.
“Kami ingin membentuk lulusan yang tidak hanya kompeten secara kejuruan, tetapi juga memiliki karakter disiplin serta kesadaran menjaga lingkungan,” ujarnya.
Menurutnya, Adiwiyata Mandiri bukan sekadar target penghargaan, melainkan wujud konsistensi budaya sekolah yang dibangun dari kebiasaan sehari-hari.
Semangat tersebut diwujudkan melalui program rutin seperti Jumat Bersih yang melibatkan seluruh warga sekolah. Kegiatan ini bukan hanya menjaga kebersihan, tetapi juga menjadi ruang pembiasaan tanggung jawab kolektif.
Sampah organik diolah menjadi kompos, sementara sebagian limbah dimanfaatkan untuk budidaya ikan yang dipanen setiap enam bulan sekali.
“Anak-anak bisa merasakan langsung hasilnya. Mereka bisa belajar bahwa pengelolaan lingkungan memiliki nilai nyata dan berkelanjutan,” tambahnya.
Inovasi ramah lingkungan pun terus dikembangkan. Pembuatan sumur resapan menjadi langkah konkret konservasi air, sedangkan vertical garden dan green house memperkuat suasana sekolah yang asri.
Pembentukan karakter semakin dipertegas melalui pembiasaan apel pagi yang diikuti siswa dan guru.
Khusus kelas X, diterapkan program ketarunaan bekerja sama dengan Kodim 0717/Grobogan.
“Program ini melatih kedisiplinan, kemandirian, dan tanggung jawab sejak dini agar mereka siap menghadapi tantangan dunia kerja,” jelas Jaenur.
Di sisi mutu pendidikan, sekolah ini telah menerapkan standar ISO 9001:2015. Standar internasional tersebut memastikan seluruh sistem manajemen, baik akademik maupun non-akademik, berjalan terukur dan berkelanjutan.
Kurikulum berbasis industri melalui Teaching Factory (TEFA) serta pembelajaran mendalam (deep learning) semakin memperkuat kesiapan lulusan agar adaptif dan profesional.
Tak hanya fokus pada pembenahan internal, SMKN 2 Purwodadi juga terus menorehkan prestasi.
Pada April mendatang, sejumlah siswa akan berjuang di sembilan mata lomba ajang Lomba Kompetensi Siswa tingkat Provinsi Jawa Tengah dengan membawa nama Grobogan.
Prestasi non-akademik pun tak kalah membanggakan. Dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional 2025 di Jakarta, seorang siswa berhasil meraih medali perunggu pada cabang olahraga tinju kelas 60 kilogram.
Capaian ini menjadi bukti bahwa karakter tangguh yang ditempa di sekolah mampu melahirkan prestasi hingga level nasional. (int)
Editor : Ali Mustofa