Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Alumni MA NU Banat Kudus Mendunia, Berkiprah di Beragam Profesi Strategis

Redaksi Radar Kudus • Kamis, 5 Februari 2026 | 10:36 WIB
BANGGA: Salah satu alumni MA NU Banat Kudus yang melanjutkan kuliah di luar negeri.
BANGGA: Salah satu alumni MA NU Banat Kudus yang melanjutkan kuliah di luar negeri.

MADRASAH Aliyah (MA) NU Banat Kudus kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan putri yang melahirkan generasi perempuan berdaya, berakhlak, dan siap bersaing di tingkat global.

Hal itu tercermin dari beragam testimoni alumni yang kini menempuh pendidikan tinggi dan berkiprah di berbagai bidang strategis, baik di dalam maupun luar negeri.

Alumni dari ranah riset internasional, Mozart Nuzul Apriliza AM, lulusan Banat tahun 2009, kini berkiprah sebagai periset di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Saat ini ia juga tengah menempuh studi S3 di Korea Selatan melalui program Global Korea Scholarship pada bidang Animal Science and Technology di Sunchon National University.

Menurutnya, Banat membekali siswinya dengan ilmu agama dan pengetahuan umum secara seimbang, sehingga siap terjun ke berbagai profesi tanpa kehilangan identitas sebagai santriwati.

Dalam sebuah video testimoni, Mozart bahkan menyampaikan pesannya dalam bahasa Korea dan Indonesia secara bergantian.

Salah satunya Fiina Ishmatul Maula, alumni MA NU Banat yang kini berdomisili di Kuwait.

Fiina mendapat kesempatan melanjutkan studi doktoral (S3) di Kuwait University pada Program Studi Fiqih Perbandingan dan Ushul Fiqih.

Ia menuturkan, pengalaman belajar di Banat tidak hanya membekalinya dengan akademik.

Tapi juga nilai kehidupan, kedisiplinan, serta pembentukan karakter perempuan mandiri yang berakhlak dan mencintai ilmu.

”Di Banat saya belajar banyak hal. Bukan hanya pelajaran di kelas, tetapi bagaimana menjadi perempuan yang mandiri, berakhlak, dan siap menghadapi kehidupan,” ujarnya.

Menurut Fiina, lingkungan sekolah khusus perempuan memberi manfaat besar dalam proses adaptasinya di luar negeri.

Ia menambahkan, kata Banat yang merupakan bentuk jamak dari bintun (anak perempuan) mencerminkan visi madrasah dalam membentuk muslimah berkarakter yang mampu menjawab tantangan zaman.

Adapun Nikmatul Hirza, alumni tahun 2018, melanjutkan studi di Fakultas Dirosat Islamiyyah wal Robiyyah, Syu’bah Syariah Islamiyyah wa al-‘Arabiyyah, Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Ia menilai pendidikan di MA NU Banat sebagai paket lengkap karena memadukan ilmu agama, ilmu umum, dan pembentukan karakter.

Menurutnya, perempuan yang terdidik secara intelektual dan spiritual serta berakhlakul karimah akan memiliki aktualisasi diri yang kuat.

Testimoni serupa disampaikan Kaima, alumni MA NU Banat yang kini berprofesi sebagai dokter CPNS di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.

Lulusan S1 Kedokteran Universitas Sriwijaya ini menegaskan bahwa tujuan pendidikan di Banat bukan semata-mata menjadi pintar secara akademik, tetapi menanamkan akhlak dalam proses mencari ilmu.

”Yang paling ditekankan guru-guru kami adalah akhlak. Ilmu itu penting, tetapi akhlak jauh lebih utama,” katanya.

Kaima menyebut alumni Banat kini tersebar di berbagai profesi, mulai dari dosen, HRD, apoteker, engineer, pengusaha, influencer, hingga mereka yang memilih kembali berkhidmah di pesantren.

Ia berpesan kepada adik-adik kelas agar terus mengembangkan kreativitas sesuai minat dan bakat, melihat peluang, serta menikmati proses belajar dengan penuh syukur.

Sementara itu, Isyi Zahrotal Jasmine, mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Jenderal Soedirman, menekankan pentingnya keberanian memulai.

Ia menyampaikan pesan motivatif bahwa seseorang tidak perlu menjadi luar biasa untuk memulai, tetapi harus berani memulai untuk menjadi luar biasa, karena tidak ada jalan pintas menuju kesuksesan.

Ragam kisah dan capaian para alumni tersebut menjadi bukti bahwa MA NU Banat Kudus tidak hanya mencetak lulusan berprestasi, tetapi juga menyiapkan perempuan muslimah yang siap berkontribusi bagi lingkungan, bangsa, dan peradaban dunia. (dik/him)

Editor : Ali Mustofa
#ma nu banat #akademik #Luar negeri #alumni #Kudus #santriwati #pendidikan