RADAR KUDUS - Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) menegaskan bahwa kelulusan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 tidak hanya bergantung pada satu kriteria saja.
Perguruan Tinggi Negeri (PTN) akan menerapkan penilaian komprehensif yang mengombinasikan berbagai komponen akademik dan prestasi siswa.
Dalam sosialisasi daring mengenai Registrasi Akun SNPMB dan Pengisian PDSS melalui kanal YouTube resmi @snpmb_id, panitia memaparkan bahwa variabel penilaian mencakup rata-rata nilai rapor keseluruhan, nilai mata pelajaran pendukung yang relevan dengan jurusan, hingga rekam jejak prestasi non-akademik.
Strategi Pemilihan Prodi Menjadi Kunci
Selain aspek nilai, ketepatan strategi dalam memilih program studi (prodi) disebut sebagai faktor krusial.
Mengingat mekanisme seleksi dilakukan secara bertahap berdasarkan urutan prioritas, pilihan prodi pertama dan kedua akan sangat memengaruhi peluang siswa untuk diterima di kampus impian.
Fondasi Utama: Konsistensi Nilai Rapor
Nilai rapor jenjang SMA/SMK/MA tetap menjadi instrumen utama dalam penyaringan kandidat. Berikut adalah rincian penilaian berbasis rapor dalam SNBP 2026:
Rekam Akademik Menyeluruh
PTN akan mengevaluasi secara mendalam nilai rapor siswa dari semester 1 hingga semester 5 yang telah diunggah pihak sekolah ke sistem Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).
Aspek Konsistensi
Panitia SNPMB menekankan bahwa stabilitas dan konsistensi nilai selama lima semester menjadi perhatian serius tim penyeleksi.
Peluang Terbuka Luas
Siswa dengan tren nilai yang stabil ditegaskan tetap memiliki daya saing yang kuat di mata PTN, meskipun mereka tidak menduduki peringkat pertama secara paralel di sekolahnya.
Integrasi Mata Pelajaran Pendukung
Penilaian tidak hanya berhenti pada nilai rata-rata umum. PTN juga akan membedah nilai pada mata pelajaran tertentu yang dianggap sebagai fondasi utama bagi program studi yang dituju.
Hal ini bertujuan untuk memastikan calon mahasiswa memiliki kesiapan kognitif yang memadai pada bidang ilmu spesifik yang akan dipelajari nantinya.
Mengingat pentingnya konsistensi, siswa disarankan untuk melakukan pengecekan mandiri terhadap data nilai yang diinput sekolah ke PDSS guna menghindari kesalahan administratif yang dapat menggugurkan potensi kelulusan. (*)
Editor : Ali Mustofa