RADAR KUDUS - Stella Christie, selaku Wakil Menteri Bidang Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi, menyampaikan bahwa program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) telah terbukti memberikan manfaat nyata bagi para peserta.
Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, Stella mengungkapkan bahwa para lulusan MSIB rata-rata berhasil memperoleh pendapatan bulanan sekitar Rp 5,5 juta.
“Dari hasil analisis kami, tercatat bahwa rata-rata gaji lulusan MSIB mencapai Rp 5,5 juta, yaitu sekitar 98,62 persen lebih tinggi dibandingkan dengan data dari Survei Angkatan Kerja Nasional,” ujarnya, dikutip dari situs resmi Kemendiktisaintek, Senin (23/6/2025).
Tak hanya itu, lanjut Stella, sekitar 16,52 persen peserta magang serta 6,25 persen peserta studi independen memperoleh tawaran pekerjaan langsung dari mitra industri.
Program ini juga dinilai berhasil menghubungkan dunia akademik dengan sektor industri, sebab sekitar 33 persen peserta berasal dari keluarga berpenghasilan rendah, dan 12,44 persen lainnya merupakan anak dari orangtua yang tidak menyelesaikan pendidikan dasar (SD).
“Melalui program ini, kami berupaya menghadirkan kesetaraan kesempatan dalam memperoleh pengalaman kerja. Tujuan kami adalah agar kegiatan magang dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pembelajaran, bukan sekadar aktivitas tambahan,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya agar pengalaman magang ini dapat diakui sebagai bagian dari Satuan Kredit Semester (SKS) di program studi masing-masing.
Saat ini, MSIB telah disempurnakan menjadi Program Magang Berdampak, yang tak hanya mendorong partisipasi mahasiswa di dunia profesional, tetapi juga bertujuan untuk mencetak generasi yang mampu menghadapi tantangan masa depan.
Pendaftaran mahasiswa untuk Program Magang Berdampak 2025 dibuka mulai 16 Juni hingga 11 Juli 2025.
Adapun pelaksanaan kegiatan magang akan berlangsung dari 4 Agustus sampai 22 Desember 2025.
Para peserta yang lolos seleksi akan mengikuti pembekalan, didampingi oleh dosen pembimbing lapangan, dan menerima tunjangan biaya hidup sebesar Rp 2,8 juta per bulan.
Seluruh kegiatan program akan dievaluasi secara berkala melalui laporan dari mahasiswa, mitra industri, dan perguruan tinggi.
Pada akhir program, peserta wajib mengikuti proses pemulangan serta penyusunan laporan akhir.
Syarat pendaftaran Program Magang Berdampak 2025 meliputi:
-
Berstatus Warga Negara Indonesia (WNI).
-
Merupakan mahasiswa aktif yang belum lulus dari program D2, D3, D4, atau S1 di perguruan tinggi negeri maupun swasta yang terakreditasi di bawah naungan Kemendiktisaintek.
-
Saat mendaftar, mahasiswa D2, D3, D4 minimal sedang berada di semester 2, sedangkan mahasiswa S1 minimal berada di semester 4.
-
Memperoleh rekomendasi resmi dari kampus.
-
Bersedia mengikuti dan menyelesaikan seluruh rangkaian program hingga tuntas.
Dokumen yang diperlukan untuk pendaftaran antara lain:
-
KTP dan/atau surat keterangan domisili.
-
Rekomendasi dari Ketua Program Studi atau Pimpinan Fakultas melalui sistem (bukan dalam bentuk cetak).
-
Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) dari mahasiswa yang diunggah melalui platform.
-
Letter of Acceptance (LoA) dari perusahaan mitra.
Langkah-langkah pendaftaran Program Magang Berdampak 2025:
-
Mendaftar melalui platform resmi di https://simbelmawa.kemdiktisaintek.go.id/magang
-
Mendapatkan persetujuan dari program studi dan pimpinan perguruan tinggi.
-
Melamar posisi magang yang tersedia.
-
Mengikuti seleksi administratif.
-
Menjalani seleksi dari mitra industri.
-
Melakukan konfirmasi penerimaan peserta.
-
Penetapan peserta resmi oleh penyelenggara. (Octa Afriana A)
Editor : Ali Mustofa