RADAR KUDUS - Seperti di Indonesia, sejumlah negara lainnya juga memiliki jenis seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN) mereka masing-masing, tak terkecuali di China dengan ujian seleksinya yang bernama Gaokao.
Dalam mempersiapkan ujian ini, banyak pelajar sekolah menengah di China rela mengikuti les tambahan bahkan sampai seharian penuh untuk belajar.
Gaokao termasuk ujian yang dianggap sangat ekstrim dan juga menakutkan bagi para pelajar di China yang akan lanjut ke PTN.
Apa Itu Gaokao?
Gaokao adalah ujian seleksi perguruan tinggi negeri (PTN) di China.
Dikutip dari The China Project, Profesor Chao Qiuling selaku wakil presiden urusan mahasiswa dan informasi di Xi'an Jiaotong-Liverpool University (XJTLU) di Suzhou mengatakan bahwa tujuan dilaksanakannya Gaokao adalah untuk menilai pengetahuan dasar, keterampilan, kemampuan problem solving, serta kemampuan penerapannya oleh para siswa.
Ujian Gaokao berlangsung selama dua hari, biasanya diadakan di bulan Juni.
Secara luas, Gaokao dianggap sebagai ujian paling penting yang akan dihadapi oleh para siswa di China dalam hidup mereka.
Nilai mereka pada ujian ini akan sangat mempengaruhi masa depan mereka nantinya, yaitu untuk pendidikan ke jenjang universitas serta mempengaruhi perjalanan karier mereka juga di masa yang akan datang.
“Secara umum, gaokao merupakan tes seleksi bakat ter-adil di China, yang diakui dan juga diterima secara luas di masyarakat China,” kata Profesor Chao.
Apa yang Diujikan?
Adapun mata pelajaran yang diujikan dalam ujian Gaokao ini adalah Matematika, Bahasa China, Bahasa Inggris, MIPA atau Soshum, dan lain-lain.
Soal ujiannya terdiri dari pilihan ganda dan juga esai. Terdapat dua bagian soal esai, yaitu esai besar dan esai mikro.
Lembar soal ujian ini pun juga tidak sembarangan, ada dua macam kertas soal berbeda yang dibagikan di masing-masing wilayah di China, yang mana hal ini bertujuan untuk mencegah kebocoran soal di tiap wilayahnya. Durasi pengerjaan berlangsung selama sekitar 9 jam.
Ujian yang Sangat Ketat
Sejak tahun 1952, Gaokao tetap jadi komponen utama di dalam proses penerimaan mahasiswa baru di China dan ujian ini telah melalui berbagai reformasi dan perkembangan. Seiring berjalannya waktu, tingkat persaingan di berbagai universitas semakin meningkat.
Pada era sekarang ini, para siswa sekolah menengah berjuang lebih keras lagi untuk bisa memperoleh hasil terbaik pada ujian Gaokao.
Pihak berwenang pun juga sampai membantu mengamankan kondisi di sekitar lokasi ujian agar berjalan dengan lancar.
Selama ujian berlangsung, pihak berwenang memasang televisi sirkuit tertutup dan juga detektor logam pada pintu masuk sekolah, bertujuan agar para peserta tidak menyelipkan hp mereka.
Selain itu, pihak sekolah takkan memperbolehkan siswa membawa maupun memakai jam tangan digital saat ujian.
Lembar ujian akan dilacak menggunakan GPS agar tidak ada kebocoran soal. Ada juga daerah di sana yang memanfaatkan drone untuk menangkap kecurangan.
Masih ada sejumlah upaya lainnya yang dilakukan pihak berwenang di China untuk memastikan ujian Gaokao berlangsung sesuai rencana.
Pelajar yang sebentar lagi akan mengikuti Gaokao, biasanya me-lockdown diri mereka agar bisa belajar dengan tenang dan fokus.
Saat mendekati hari-H, akan ada banyak siswa yang juga belajar di berbagai tempat, termasuk di kereta, bus, pinggir jalan, bahkan beberapa juga ada yang memilih bermalam di sekolah untuk belajar.
Saat hari ujian tiba, sebelum ujian dimulai, para orang tua, keluarga, teman-teman mereka membantu menyemangati di luar area lokasi ujian.
Profesor Chao menyebut ujian Gaokao ini sebagai “maraton”, yang mengharuskan para siswa menjalani studi selama 12 tahun lamanya.
Walaupun banyak kritikus yang mengatakan bahwa persiapan untuk ujian tersebut terlalu melelahkan, sebagian yang lain masih menganggap ujian Gaokao adalah sistem meritokrasi yang relatif adil, terlebih bagi para siswa yang berasal dari latar belakang sosial ekonomi kurang mampu.
Editor : Ali Mustofa