Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pemuda MAN 2 Kudus Siap Jadi Pemimpin Masa Depan Bangsa

Abdul Rokhim • Selasa, 5 November 2024 | 17:19 WIB

Kepala MAN 2 Kudus, Ali Musyafak.
Kepala MAN 2 Kudus, Ali Musyafak.

Artikel ini ditulis oleh Ali Musyafak, Kepala MAN 2 Kudus

KUDUS - Dalam Undang - Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, pemuda adalah orang yang berusia 16—30 tahun. Sedangkan menurut WHO, pemuda adalah orang yang berusia 15—24 tahun. 

Dalam buku Alquran dan Literasi Digital (Susanto Al-Yamin), pemuda adalah mereka yang aktif, produktif, kreatif, penuh semangat, penuh prestasi, tidak mudah menyerah, cetar membahana, terpampang nyata, dan melalang buana. 

Pemuda merupakan sumber daya manusia pembangunan yang memiliki peran penting dalam meneruskan nilai-nilai bangsa dan memegang teguh idealisme bangsa. Pemuda juga berperan sebagai pengawas eksternal dalam pelayanan publik.  

Pemuda juga memiliki peran sebagai generasi pembaharu yang inovatif dalam membentuk segala sesuatunya.

Di dalam pepatah Arab ada kata mutiara yang berbunyi : Syubbanul yaum rijalul ghad yang artinya pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. 

Kata mutiara tersebut menempatkan pemuda dalam posisi yang sangat strategis, yaitu masa depan sebuah bangsa akan ditentukan oleh pemudanya masa kini. Sehingga pemuda dituntut untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan.

Dalam ajaran Islam, pemimpin terbaik sepanjang masa tentu saja Rasulullah SAW. Beliau menjadi suri tauladan dan sosok panutan dalam memimpin umat.

Pada masa kepemimpinannya, Rasulullah SAW memiliki beberapa sifat yakni siddiq (jujur). "Sifat jujur ini dapat menjadi landasan kriteria pemimpin yang baik. 

Sikap pemuda yang paling banyak dibutuhkan kedepan yakni mental kejujuran, mental lahiriah, keahlian dan kepribadian baik. 

Profesi apapun, harus disiapkan dari sekarang dari segi hati, mental dan jujur, dari sikap itulah pemuda generasi masa depan akan menempati posisi yang baik. Generasi yang dibanggakan oleh bangsa, negara dan masyarakat.

Siswa - siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN 2) Kudus adalah tergolong pemuda yang dipersiapkan untuk dapat menjadi pemimpin masa depan dunia.

Untuk mempersiapkannya seluruh siswa dibekali dengan sifat perilaku mulia, misalnya gerakan Salam, Salim, Senyum, Syahadat, dan Shalawat ( 5S ).

Melalui kegiatan salam, salim, dan senyum, seluruh siswa dididik untuk menjadi generasi yang rendah hati tetapi tidak rendah diri. Melalui salam, salim, senyum, mendidik para siswa untuk selalu peduli, berani karena benar, semangat tinggi, saling mendoakan, saling memaafkan, dan selalu mengharap rahmat Allah. Dan tentu dilatih untuk jujur.

Sedangkan melalui kegiatan membaca syahadat shalawat rutin, diharapkan seluruh warga madrasah selalu dalam ke-Imanan dan ke-Islaman yang stabil, karena iman manusia biasa itu kadang naik, kadang turun. Dengan rajin membaca syahadat imannya akan semakin baik dan terus baik sampai akhir hayatnya.

Dalam Hadist yang diriwayatkan Ahmad Bazzar, suatu ketika ada yang bertanya kepada Rasulullah. ”Ya Rasulullah, terangkanlah kepadaku apa yang paling berat dan apa yang paling ringan dalam beragama Islam?”  

Adapun melalui istikomah membaca shalawat, seluruh warga MAN 2 Kudus mencintai Allah dan RasulNya di atas cintanya kepada dirinya sendiri dan lainnya, sehingga mereka pun dicintai Allah dan Rasulullah, dan akhirnya memperoleh kebahagiaan dunia akherat. 

Di samping dibekali dengan Iman Islam yang kuat, dan sifat- sifat mulia ala sunnah rasul, civitas akademika Madrasah yang berpredikat Wilayah Bebas Korupsi ( WBK) dan Madrasah Anti Korupsi di Indonesia ini, juga dibekali dengan alat kebahagiaan untuk menghadapi dahsyatnya kehidupan di masa depan. 

Program riset adalah salah satu bukti, setiap siswa dibekali kemampuan untuk mengadakan penelitian di bidang apa pun (Dr. Feri Sulianta). Sehingga kelak tidak canggung menghadapi kejamnya kehidupan dunia abad XXI.

Sedangkan untuk membekali mereka agar dapat melanjutkan pendidikan terbaiknya sesuai passion-nya, mereka diberi kesempatan untuk berbudaya lomba dan prestasi. 

Apapun jenis lomba, terutama yang berkelas dan bergengsi selalu diberikan kesempatan kepada mereka untuk mengikutinya. Tidak hanya tingkat nasional, tetapi sampai ke tingkat internasional. 

Melalui proses seperti itu, diharapkan seluruh siswa MAN 2 Kudus, siap dan tidak canggung menghadapi masa depan yang penuh dengan rintangan, bahkan mereka siap mengambil posisi di pucuk kepemimpinan dunia sekalipun. 

Sebagaimana kenyataan yang baru saja kita nikmati, terdapat dua menteri di kabinet merah putih yang berasal dari Kudus, yaitu Dr. Nusron Wahid dan Prof Abdul Mukti, yang keduanya merupakan alumni madrasah di Kabupaten Kudus .

Program terkini MAN 2 Kudus dalam rangka mendunikan MAN punya tagline BISA (Berkarakter, Integritas, Seimbang, dan mendunia) ini, membangun kerja sama dengan IRO (International Relation Of  organisation) di Unimus Semarang. 

Dengan kerja sama ini diharapkan kedepan banyak siswa MAN 2 Kudus yang bisa diterima di perguruan tinggi ternama di luar negeri.

Tidak mustahil, di tahun 2045 nanti, para alumni MAN 2 Kudus dapat reuni di istana negara, sebagai pemimpin terbaik bangsa ini. Semoga. (*)

Editor : Abdul Rokhim
#Ali Musyafak #kepala sekolah #pemuda #MAN 2 Kudus #Kudus