KUDUS - Pandawara Group telah mendatangi negara Denmark untuk melakukan studi banding guna mempelajari lebih dalam terkait dengan lingkungan.
Pandawara merupakan kelompok pemerhati lingkungan asal Bandung dan sering membagikan momen momen mereka melakukan pembersihan terhadap suatu daerah atau wilayah yang kebersihannya kurang terjaga. Mereka melakukan rangkaian pembersihan seperti membersihkan selokan, sungai, dan lain-lain.
Pandawara juga sempat viral di media sosial dan menuai rasa bangga dari masyarakat karena aksi terpujinya tersebut. Kini, Pandawara berupaya untuk mendalami ilmu terkait dengan pengelolaan lingkungan di Denmark, yang mana Denmark ini dikenal sebagai Negara paling bersih di dunia.
Pandawara telah membagikan video kedatangan mereka ke Denmark pada Sabtu, 19 November 2023.
Di dalam rekaman singkat tersebut mengabadikan kelima anggota Pandawara itu sendiri, yaitu Ikhsan, Gilang, Rifqi, Rafly, dan juga Agung yang terlihat keluar dari bandara sembari mendorong koper mereka masing-masing. Mereka juga menaiki kereta dan berjalan-jalan di sekitar area ibu kota Demark, yaitu Copenhagen.
“Kira-kira ada apa ya Pandawara ke Negara terbersih di dunia?,” bunyi keterangan singkat di dalam unggahan video tersebut di instagram @pandawaragroup.
Kemudian, mereka kembali membagikan unggahan kegiatan mereka di hari pertama belajar lingkungan di Denmark,”Day 1, belajar circular economy dan waste management di Denmark,” bunyi keterangan klip.
Tampak dari instagram story Pandawaragroup, mereka menyimak dengan seksama penjelasan yang disampaikan oleh staf terkait dengan pengolahan sampah yang tepat. Setelah berkeliling sambil belajar ilmu pengolahan sampah, mereka duduk bersama kemudian berdiskusi.
Kabarnya, Pandawara ini diundang langsung oleh Kedutaan Besar Indonesia di Denmark. Kabar tentang studi banding ini pertama kali diungkap oleh Pandawara dalam bincang daring bersama dengan Tiktok, hari Rabu 8 November 2023.
Dalam bincang tersebut, salah satu anggota Pandawara yaitu Ikhsan mengungkapkan rasa senangnya menerima undangan untuk bisa belajar lagi, studi banding tentang bagaimana perjalanan Denmark dalam menjaga lingkungan mereka sampai dengan bagaimana cara mereka dalam melakukan pengelolaan sampah.
Selain itu, Ikhsan juga menambahkan bahwa ilmu-ilmu yang telah mereka petik lewat belajar dari bagaimana cara Negara Denmark menjaga lingkungan nantinya akan diimplementasikan di tanah air.
Sementara itu, anggota lainnya yaitu Gilang mengungkapkan bahwa mereka berlima nantinya akan bertolak ke Negara yang ada di semenanjung Jutlandia tersebut pada pekan kedua di Bulan November 2023. Mereka akan mengunjungi beberapa tempat daur ulang sampah dan juga TPA di sana.
Mereka nantinya ingin menerapkan atau mengimplementasikan segala ilmu yang mereka dapatkan di Denmark nanti ke Indonesia.
“Seiring berjalannya waktu, belajar dengan ahli, step by step mengubah dari skala kecil,” ungkap Gilang. “Kita mendapatkan ilmu di Negara orang tidak sesederhana yang kita pikirkan, karena kultur orangnya berbeda, kita harus sesuaikan dahulu,” tambah Gilang. Di Denmark, Pandawara akan melakukan studi banding selama sekitar 18 hari.
Selain Copenhagen, mereka juga akan menyambangi kota Odense. “Persiapan kita menimba ilmu ke sana … kita lebih ke apa saja yang nantinya bisa kita dapatkan, materi apa yang harus kita cari disana. Seenggaknya kita menyiapkan pikiran dan mental karena pengalaman baru bagi kita, mungkin ada beberapa hal yang tidak terduga. Minta doanya saja,” ungkap Ikhsan.
Selain membagikan kisahnya berangkat ke Denmark, Pandawara juga berbagi kisahnya mengenai motivasi utama Pandawara dalam aksi memperjuangkan lingkungan yang lebih baik.
“Main motivation melakukan kegiatan kita karena kita merasakan langsung efek kerugian masalah banjir,” kata Gilang. Ia juga menambahkan, “Selama diberi kesehatan, we never stop dan bakal terus melakukannya. Kerusakan di lingkungan sekarang mempengaruhi di masa datang, makanya motivasi kita untuk terus bergerak,”
Selama Pandawara menjalankan aksi bersih-bersih, tidak semua kegiatan mereka berjalan dengan mulus dan lancar. Ikhsan menyebut bahwa ada salah satu tantangan yang mereka hadapi, yaitu faktor alam.
“Lebih ke faktor alam, biasa di sungai dan harus terjun ke pantai rasanya panas atau faktor alam lainnya seperti bahaya ulat. Tantangan lainnya bisa diselesaikan secara baik-baik,” terangnya.
Selain itu, Gilang menambahkan bahwa mereka berhadapan dengan tidak sedikit warga yang merasa tersinggung terhadap aksi bersih-bersih yang Pandawara lakukan tersebut.
Denmark Sebagai Negara Terbersih di Dunia
Sementara Denmark juga telah secara aktif berupaya menjadi lebih sadar lingkungan. Dikutip dari Liputan 6, para peneliti di Yale University dan juga Columbia University melakukan kolaborasi dengan World Economic Forum sudah mengukur kebersihan serta keramahan lingkungan di 180 negara di dunia dengan menciptakan indeks kinerja lingkungan atau EPI.
Dengan jumlah skor EPI 77,9 Denmark menjadi Negara yang paling bersih dan juga paling ramah lingkungan, menurut hasil EPI tahun 2022.
Denmark bisa menonjol karena skornya yang tinggi pada beberapa kategori, termasuk kategori pengolahan air limbah (100), kategori kawasan perlindungan laut (100), dan juga logam berat (100).
Negara Denmark juga memiliki kebijakan yang paling komprehensif dan juga efektif di dunia untuk dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dan juga mencegah perubahan iklim. (sal)
Editor : Kholid Hazmi