Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Peran Orang Tua dalam Pengembangan Sosialisasi ABK

Ali Mustofa • Rabu, 19 Januari 2022 | 21:39 WIB
Dra. Titik Widiyowati; Guru SLB Negeri Cendono, Dawe, Kudus (Dok Pribadi)
Dra. Titik Widiyowati; Guru SLB Negeri Cendono, Dawe, Kudus (Dok Pribadi)
ANAK dilahirkan dalam sepenuhnya tidak berdaya. Ketidakberdayaan ini, menyebabkan ketergantungannya pada bantuan orang lain, meliputi bantuan bagi kehidupan fisik, psikis, dan sosialnya.

Peranan keluarga dalam hal ini sangat penting, karena keluarga merupakan lembaga pertama dalam kehidupan anak, tempat belajar, dan menyatakan diri sebagai makhluk sosial maupun makhluk individu. Keduanya merupakan kesatuan integral dari sifat-sifat individu yang berkembang melalui proses sosialisasi. Sifat yang mendasari proses sosialisasi antara lain sifat bergantung manusia kepada manusia lain.

Di dalam keluarga, anak mengadakan hubungan dengan individu lain. Yaitu dengan orang tua dan anggota keluarga yang lain. Hubungan sosial dalam keluarga itu, bersifat relatif tetap, maka orang tua memainkan peranan sangat penting terhadap proses sosialisasi.

Gerungan mengutip dari H. Bonner  (1996:57), memberikan rumusan interaksi sosial sebagai ”suatu hubungan antara dua atau lebih individu manusia, di mana kelakuan individu yang satu mempengaruhi, mengubah atau memperbaiki kelakuan individu yang lain, atau sebaliknya”.

Seperti anak pada umumnya, sehubungan ABK (anak berkebutuhan khusus) merupakan individu yang dalam proses pertumbuhan dan perkembangan menyimpang (lebih dari cepat atau lambat) dari yang dianggap sebagai pertumbuhan dan perkembangan normal, dalam segi intelegensi, fisik, emosi, dan karakteristik sosialnya. Masalah yang dialami ABK meliputi masalah komunikasi, penyesuaian diri, dan kepribadian, sehingga diperlukan pelayanan pendidikan khusus, agar dapat tumbuh dan berkembang sampai pada kemampuan maksimal.

Di sini terlihat orang tua memainkan peranan penting pada awal perkembangan sosialisasi ABK. Orang tua yang mempunyai kepribadian matang, stabil, dan berintegrasi akan lebih mudah menerima kenyataan bahwa anaknya menyandang kelainan. Apabila orang tua mempunyai harapan yang tinggi terhadap ABK, kehadiran anak tersebut hanya memberi rasa kecewa, frustasi, sedih, dan malu, sehingga yang diperlihatkan orang tua dapat berupa pemberian perlindungan yang berlebihan atau penolakan.

Dari uraian itu, dapat dikatakan bahwa sikap orang tua yang menerima diwujudkan dengan kesediaan orang tua untuk mengakui keberadaan ABK sebagai anggota keluarga mempunyai hak dan kewajiban yang sama. Memperlakukan secara wajar dalam arti menyadari keterbatasan pada anak sebagai akibat dari kelainannya.

Orang tua memberi dorongan yang menguntungkan anak bagi perkembangannya dan berusaha memberi pengarahan hidup yang wajar. Sikap orang tua yang menolak atau melindungi berlebihan terhadap anak, akan kurang menguntungkan perkembangan sosialisasinya.

Salah satu perkembangan sosialisasi ABK adalah sosialisasi di SLB dalam hubungannya dengan guru, teman, dan peraturan sekolah. Di sekolah, ABK mengalami situasi sosial yang baru. Mulai masuk sekolah anak sudah dihadapkan pada peraturan-peraturan yang harus dipatuhi. Sejak saat itu pula, ABK mulai mengadakan penyesuaian dengan kehidupan sekolah.

Berkaitan dengan hal itu, di atas diperlukan persepsi kondusif tentang penanganan ABK dan didukung dengan sumber daya manusia yang andal. Reorientasi pemikirannya harus cenderung pada pendidikan ke arah pemberdayaan dan pendidikan sepanjang hayat yang relevansi dengan pembangunan masyarakat dan kebutuhan ke masa depan.

Implikasi dari kenyataan itu, bahwa kualifikasi yang telah dicapai seseorang tak hanya muatan belajar. Dengan demikian, pendidikan tak boleh dipandang sebagai konsumsi yang mencetak peserta didik konsumer, melainkan dipandang sebagai investasi modal berupa sumber daya manusia. (*) Editor : Ali Mustofa
#peserta didik #peran orang tua #sosialisasi abk #titik widiyowati #pendidikan