Menurut Wawan S. Suherman (2004:23) Pendidikan Jasmani olahraga dan Kesehatan adalah suatu proses pembelajaran melalui aktivitas jasmani yang didesain untuk meningkatkan kebugaran jasmani, mengembangkan keterampilan motoric, pengetahuan dan perilaku hidup sehat dan aktif dan sikap sportif, kecerdasan emosi.
Olahraga atau aktivitas fisik sebagai bagian dari PHBS merupakan hal yang penting sekali bagi siswa di masa pandemic Covid-19 yang masih berlangsung saat ini. Dikutip dari International Journal of Cardiovaskuler Science, olahraga atau aktivitas fisik, terutama pada intensitas dan durasi sedang dapat mendukung respon imun atau kekebalan tubuh dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit. Namun, olahraga dengan intensitas tinggi dan berkepanjangan tidak dianjurkan bagi anak anak maupun orang dewasa untuk dilakukan karena dapat mengakibatkan imunosupresi atau menurunkan imunitas tubuh.
Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat benar adanya. Sebab Tubuh yang kuat dibangun melalui aktifitas fisik atau olahraga aktif dan riset menyatakan berolahraga dapat merawat Kesehatan jasmani dan rohani. Menurut riset yang dipublikasikan di American Journal Of Psychiatry yang meneliti 22.000 partisipan menemukan hubungan yang kuat antara tidak berolahraga dan gangguan depresi. Hasil penelitian juga menunjukkan olahraga teratur dapat mencegah depresi dengan kecenderungan 12 persen bahkan hanya dengan melakukan aktivitas fisik setidaknya sejam dalam seminggu.
Ketika pandemi Covid-19 menunjukkan bahwa olahraga atau aktivitas fisik dapat mencegah terjadinya gangguan mental yang dialami oleh sebagian orang karena adanya penerapan karantina, isolasi, maupun jaga jarak (physical distancing). Gangguan mental tersebut misalnya depresi, kecemasan, sindrom kelelahan dan stres.
Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan adalah mata pelajaran yang sangat penting untuk dipelajari siswa di masa sekarang ini. Karena dengan pengetahuan mengenai kesehatan dan praktik olahraga siswa dapat membentengi diri salah satunya dengan meningkatkan daya tahan tubuh (imunitas) untuk mecegah virus korona. Dengan olahraga teratur dapat menjaga kesehatan fisik dan mental. Tanggung jawab dan peran guru Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan benar – benar diuji di masa pandemic ini. Apakah guru Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan sebagai tenaga professional mampu menjawab tantangan ini? mengingat jam pertemuan tatap muka dengan siswa-siswi pun terbatas. Dalam menjawab tantangan ini, perlu kiranya kita kembali memahami bahwa cakupan pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan dapat dilakukan dimana saja. Itu artinya tidak terbatas baik tempat maupun sarana prasarana yang memadai. Siapa saja dapat ikut serta dalam memberikan pendidikan jasmani. Orang tua di rumah misalnya, dapat mengajak anak bermain bulu tangkis bersama.
Hal ini harus betul-betul menjadi tugas bagi seluruh pemerhati Pendidikan jasmani dan olahraga terutama guru pendidikan jasmani untuk bekerja sama mensosialisasikan dan mengupayakan giat olahraga di masa pandemic yang kita hadapi demi kesuksesan program Pendidikan jasmani. (*) Editor : Ali Mustofa