Dalam rangka pemenuhan kompetensi dasar dan materi pameran mata pelajaran seni budaya, belum memungkinkan untuk mengadakan kegiatan pameran secara offline atau tatap muka. Dikhawatirkan dengan adanya kegiatan tersebut, akan menimbulkan kerumunan, sehingga menambah angka dan cluster baru penderita Covid-19, meskipun sudah diimbau untuk selalu taat prokes.
Solusi terbaik saat ini, dengan menyelenggarkan pameran secara online atau disebut sebagai pameran virtual. Dengan cara ini, selain dapat menuntaskan kompetensi dasar materi pameran, juga dapat memberi peran positif dalam rangka meniadakan pengunjung, sehingga tidak terjadi kerumunan. Selain itu, keuntungan mengadakan pameran secara virtual adalah meminimalisasi jumlah panitia, peralatan, anggaran, dan tentunya tidak perlu tempat atau sewa gedung.
Lewat aplikasi yang beragam di gadget maupun android, kita dapat mengatur kegiatan pameran virtual tanpa harus mensetting langsung di lapangan. Tahapannya, mulai mengumpulkan dan mengambil foto karya dari peserta didik untuk kemudian diseleksi karya yang layak untuk dipamerkan dan dikelompokkan berdasarkan tema. Selanjutnya menata dan men-setting karya-karya yang terpilih untuk ditampilkan secara online atau virtual.
Tampilannya pun bisa di-setting sesuai dengan keinginan peserta pameran. Mulai dari pengelempokkan karya yang sesuai dengan tema. Kemudian desain penataan karya dan dekorasi tata ruang maupun slide tampilan pameran virtual. Proses ini tentunya dilakukan tim yang dibimbing langsung guru dan tenaga ahli, agar dapat menuntaskan materi pameran dan bisa belajar hal baru yang berkaitan dengan teknologi digital. Untuk mendukung kegiatan ini, diperlukan susunan kepanitiaan, baik dari siswa maupun pihak guru, agar dalam pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik dan sesuai harapan.
Selain itu, tentunya dengan adanya kegiatan ini, akan memberikan manfaat bagi peserta didik, baik ditinjau dari sisi peserta maupun dari sisi penikmat seni. Sebagai peserta pameran, tentunya akan menambah rasa percaya diri dan memotivasi diri untuk senantiasa berekspresi dalam dunia seni rupa, karena hal ini sangat berarti bagi peserta dalam proses pembelajaran.
Karya yang ditampilkan dalam pameran akan memberi dampak positif bagi si pembuat (siswa). Tentunya, siswa tersebut akan merasa dihargai karyanya. Sedangkan dari sisi penikmat seni, pengunjung (siswa) akan menambah wawasan baik secara pengetahuan maupun pengalamannya dalam memahami dan menghargai nilai estetis.
Ditambah lagi dengan adanya kurasi pameran, akan memudahkan siswa dalam memahami isi atau materi pameran. Juga menambah daya tarik bagi para siwa atau pengunjung untuk bisa menikmati hasil karya seni rupa yang ditampilkan. Akan lebih lengkap lagi, jika kegiatan ini bisa menghadirkan kurator pameran, agar bisa menambah informasi maupun pengalaman dalam menilai karya seni dan dapat berdiskusi secara online saat penyelenggaraan pameran.
Untuk itu, sekarang sudah saatnya para pendidik memotivasi dan menggerakkan siswa-siswinya dalam berkarya seni rupa. Juga memulai hal baru dengan mengadakan pameran virtual di lingkungan sekolah masing-masing. (*) Editor : Ali Mustofa