Kepala SMP N 1 Purwodadi Purnyomo mengatakan, hasil dari gerakan literasi sekolah ini berhasil membuat literasi 34 karya buku. Keberhasilan ini sebagai pembuktian bahwa dalam suasana pandemi covid-19 masih tetap menghasilkan karya.
”Dengan berliterasi untuk membentuk karakter dan meningkatkan kompetensi dengan menulis karya buku,” kata Purnyomo.
Menurutnya dengan bisa membentuk karakter dan kompetensi serta bisa berprestasi. Purnyomo berharap terbitnya buku karya siswa dan SMA ini menjadi gerakan literasi untuk pemacu dan pemicu warga sekolah berkreasi. Berliterasi menjadi lebih berkualitas dan berkuantitas lebih.
”Literasi sekolah di SMP N 1 Purwodadi menjadi pemacu dan pemicu SMP se Kabupaten Grobogan untuk berbuat sama atau bahkan lebih inovatif. Agar Grobogan benar-benar semakin hebat tidak itu-itu saja,” pesanya.
Wakil Bupati Grobogan Bambang Pujiyanto memberikan apresiasi atas launching pameran buku literasi sekolah SMP N 1 Purwodadi. Untuk menjadi Grobogan Hebat perlu kreasi dan inovasi semua lini, terutama yang berkorelasi dengan dunia pendidikan. Guru dan siswa sudah tidak zamannya gaptek, harus selalu up date dengan literasi.
”Tentu saja disupport dan diberi media untuk pengembangan kompetensi mereka oleh dinas-dinas yang berkorelasi dengan gerakan literasi,” ujarnya.
Dijelaskan, pemerintah mencanangkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) untuk mewujudkan pendidikan abad 21. Tentu harus dijawab para penulis-penulis Grobogan untuk mewujudkan Grobogan semakin hebat. Tidak hanya berhenti pada slogan, akan tetapi harus dimaksimalkan dengan aksi dan reaksi.
”Saya akan selalu men-support_ Gerakan Literasi Sekolah dengan program 1000 buku oleh dinas pendidikan dan program dinas kearsipan dan perpustakaan daerah agar geliat literasi di Grobogan terlihat secara signifikan. Dimulai dari kreasi guru dan siswa seperti yang dilakukan oleh SMPN 1 Purwodadi, mari kita wujudkan harapan itu,” tandasnya. (him) Editor : Ali Mustofa