Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan/atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang. Untuk itu, diperlukan kolaborasi tri pusat pendidikan. Yaitu pendidikan informal, formal, dan nonformal. Pendidikan ini sangat menentukan dalam mencapai tujuan yang diharapkan. Saat dewasa mereka akan berperan untuk mengabdikan diri di tengah-tengah kehidupan.
Di masa pandemi Covid-19 ini, pembelajaran di sekolah dilaksanakan secara daring ataupun luring dengan berbagai platform, seperti Google Classroom hingga Zoom. Pembelajaran ini dirasa belum menyenangkan, karena siswa tidak terlibat sepenuhnya. Ditambah dengan kendala lain seperti kepemilikan handphone atau laptop, kuota, dan jaringan internet.
Pembelajaran secara tatap muka pun tidak akan lepas dari pemanfaatan teknologi. Kondisi ini menunjukkan bukti nyata bahwa pendidikan harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Penggunaan dan tuntutan internet terus berkembang tiada henti, pengetahuan kini mudah didapat, para siswa dengan mudahnya mengakses berbagai informasi yang diperlukan.
Seiring dengan perkembangan itu dengan bimbingan guru, siswa dituntut mampu mewujudkan penguatan karakter dan pembentukan mental. Perkembangan teknologi ini, harus diirespon secara cepat, tepat dan optimis. Cepat supaya tidak ketinggalan informasi, tepat agar tidak salah memilih atau melangkah sedangkan optimis penuh keyakinan akan dapat membawa manfaat dalam kehidupan.
Praktisi dan lembaga pendidikan dituntut mampu menyelaraskan perubahan zaman yang ditandai dengan kecanggihan teknologi dengan nilai-nilai budi pekerti. Dengan begitu sekolah dapat menjadi benteng moral bagi siswa, sehingga dapat tumbuh beriringan dengan teknologi dan dapat memanfaatkan untuk hal-hal yang positif.
Perkembangan teknologi ini, menjadi tantangan bagi guru. Tantangan tersebut antara lain yang pertama, berpikir kritis. Yaitu mampu menerima berbagai data dan informasi yang begitu cepat, mampu membimbing siswa memecahkan masalah yang sedang dihadapi dan mengadirkan solusi dengan mendiskusikannya.
Kedua, cakap dalam berkomunikasi, dalam menyampaikan materi pelajaran, pertanyaan, kritik, dan saran hanya semata-mata untuk meningkatkan semangat belajar siswa, dapat berkolaborasi dengan siswa dan guru lain secara intensif.
Ketiga, kreatif dan inovatif. Selalu berusaha untuk menyajikan pembelajaran yang meyenangkan, mampu menghubungkan materi yang akan diajarkan dengan fenomena terbaru yang dapat memberi semangat kepada siswa untuk mempelajarinya, sehingga dapat memahami seara detail.
Keempat, literasi media. Pemahaman mendalam pada media oleh guru dan siswa diupayakan mendapatkan manfaat secara maksimal, penyampaian materi, dan informasi yang tepat bukan bersifat spikulatif.
Kelima, fasilitas teknologi. Adanya pemerataan dan kelancaran dalam mengakses informasi di berbagai daerah.
Era digital ini, suatu realitas karena sudah menjadi konsumsi publik setiap hari, internet bukan barang baru dan mewah. Internet menjadi kebutuhan yang telah menyatu dalam kehidupan dari waktu ke waktu. Selanjutnya bagaimana kita dapat belajar untuk memperoleh dan memanfaatkan secara positif.
Kita memiliki tangung jawab demi anak bangsa dalam mencapai masa depan. Kita berharap dengan perkembangan teknologi dapat memainkan peran bukan menjadi objek atau korban. (*) Editor : Ali Mustofa