Doyle (1979) mendeskripsikan kelas sebagai sesuatu yang bersifat multidimensional, serentak, segera, dan tidak dapat diprediksi. Ruang kelas adalah lingkungan yang kompleks dimana manusia berinteraksi, saling bergantung antar satu orang dengan orang lain, dan dengan berbagai karakter unik dalam lingkungan sosial dan fisik yang spesifik.
Kelas adalah bagian utama dari sekolah. Yang merupakan lingkungan belajar peserta didik yang paling berperan setelah keluarga dan masyarakat. Oleh karena itu, sangat penting menciptakan lingkungan belajar yang positif di dalam kelas. Semakin baik lingkungan belajar di kelas, maka semakin baik pula hasil belajar peserta didik. Namun sayangnya kondisi kelas yang bagus tidak selalu berbanding lurus dengan terciptanya lingkungan belajar yang positif.
Lingkungan belajar yang positif tidak bisa tercipta sendiri, namun perlu ditanam dan ditumbuh kembangkan. Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk menciptakan lingkungan kelas yang positif di dalam kelas.
Pertama, tanamkan suasana kelas yang bersahaja. Lingkungan belajar yang positif, ditandai dengan suasana yang bersahaja. Maksudnya, dalam keseharian peserta didik memiliki sikap sopan santun yang bagus saat bertemu siapapun. Cara menciptakan suasana kelas yang bersahaja dengan menerapkan 6S (Senyum, Salam, Salim, Sapa, Sopan dan Santun). Hal ini tidak hanya menjadi pembiasaan, tetapi menjadi budaya sekolah.
Kedua, bangun kesadaran disiplin. Disiplin perlu kesadaran dari dalam diri peserta didik. Tanpa adanya kesadaran tentu penegakan disiplin akan sulit. Kesadaran disiplin yang tinggi akan membuat peserta didik menjadi tertib dan teratur. Lingkungan seperti ini sangat cocok untuk membangun karakter peserta didik.
Ketiga, buat suasana kelas yang nyaman. Kelas merupakan taman belajar bagi siswa dan menjadi tempat mereka tumbuh kembang baik secara fisik, intelektual, maupun emosional. Kelas yang membuat peserta didik betah belajar di kelas adalah tanda bahwa lingkungan belajar tersebut sudah baik. Karena lingkungan belajar yang baik adalah lingkungan yang memberikan pengaruh baik bagi mereka.
Keempat, lengkapi fasilitas belajar. Fasilitas belajar adalah pendukung terciptanya lingkungan belajar yang positif di dalam kelas. Semakin lengkap semakin memudahkan peserta didik memahami materi pelajaran. Kelas yang memiliki fasilitas yang memadai merupakan lingkungan belajar yang yang sangat baik. Karena lingkungan belajar yang baik bisa membawa peserta didik kepada pengetahuan dan pemahaman. Fasilitas belajar dikelompokkan menjadi tiga bagian, yaitu sumber belajar, alat belajar, dan pendukung belajar.
Kelima, gunakan metode belajar yang tepat dan bervariasi. Guru harus menerapkan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Penggunaan metode pembelajaran yang tepat dan bervariasi dapat menguasai keadaan kelas sehingga tercipta suasana belajar yang menyenangkan. Belajar yang menyenangkan adalah cara belajar yang terbaik. Tingkat pemahaman peserta didik menjadi lebih tinggi. Lingkungan belajar seperti ini yang mesti dirasakan oleh peserta didik dalam belajar.
Keenam, pada dasarnya peserta didik adalah pribadi yang ingin diperhatikan. Untuk membuat mereka merasa diperhatikan salah satunya dengan mengajaknya mengobrol. Dengan begitu kita bisa memahami mereka. Kita sebagai seorang guru mesti bisa memahami apa yang mereka inginkan, cara belajar yang bagaimana mereka suka, apa kesulitan yang mereka hadapi. Dengan begini, kita bisa memperbaiki dan meningkatkan kualitas belajar mereka di kelas.
Suatu proses pembelajaran di sekolah yang penting bukan saja materi yang diajarkan atau pun siapa yang mengajarkan, melainkan bagaimana materi tersebut diajarkan. Bagaimana guru menciptakan kondisi positif di kelas dalam proses pembelajaran tersebut. (*) Editor : Ali Mustofa