Lantaran, saat ini penyebaran Covid-19 di Jepara meluas dan cukup tinggi. Sehingga perlu berbagai pertimbangan sebelum itu dilaksanakan. Termasuk di daerah atau kecamatan yang berwarna hijau. ”Kami tidak berani gegabah. Perlu dipertimbangkan dulu,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara Agus Tri Harjono.
Meskipun sistem PTM itu nanti sistemnya terbatas, hanya sebagian siswa yang masuk. Pihaknya masih belum berani mengambil keputusan. ”Tidak berani gegabah. Kantor-kantor saja di WFH-kan, hanya 25 persen yang masuk. Karena rawan sekali,” pungkas Agus.
Sebelum digelar PTM, beberapa sekolah di Jepara telah menggelar simulasi beberapa kali. Hasil evaluasinya bagus. Simulasi tersebut dapat digelar hingga rampung.
Ia menegaskan semua unsur telah siap menggelar PTM. Mulai dari sekolah, guru maupun siswanya. ”Namun saat ini bisa saja virusnya datang dari orang lain yang kebetulan tinggal dekat sekolahan. Pergerakan manusia juga tidak bisa dibatasi,” tuturnya.
Permasalahan tersebut menurutnya cukup kompleks. Sebab itu ia saat ini hanya bisa berharap agar Covid-19 di Jepara dapat teratasi.
Sebelumnya diberitakan di Jepara ada kemungkinan PTM tetap berjalan. Terutama di daerah yang masih zona hijau. Asalkan pelaksanaannya tetap sesuai protokol kesehatan. namun, karena kondisi Jepara saat ini belum kondusif. Maka kebijakan tersebut perlu menunggu keputusan pimpinan daerah terlebih dahulu.
Rencananya PTM akan mulai diselenggarakan bertepatan dengan tahun ajaran baru. yaitu 12 Juli mendatang. Mekanismenya tetap digelar secara terbatas. Tidak semua siswa masuk. Melainkan disistem blanded. Sebagian masuk di kelas, sebagian lainnya ikut pembelajaran lewat daring. (rom) Editor : Ali Mustofa