Belasan Siswa SDN Maitan 01 Pati Alami Keluhan Usai Konsumsi Susu MBG, Dinkes Turun Tangan

Ali Mustofa • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 10:24 WIB
DITUNJUKKAN: Ibu-ibu menggunting kemasan susu dari MBG di SDN Maitan 1 Tambakromo pada Kamis (17/9). (TANGKAPAN LAYAR MEDSOS)
DITUNJUKKAN: Ibu-ibu menggunting kemasan susu dari MBG di SDN Maitan 1 Tambakromo pada Kamis (17/9). (TANGKAPAN LAYAR MEDSOS)

PATI – Pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pati mendapat perhatian setelah sejumlah siswa SD Negeri Maitan 01, Kecamatan Tambakromo, mengalami keluhan kesehatan seusai mengonsumsi susu kemasan yang menjadi bagian dari paket MBG, Kamis (17/9/2026).

Sejumlah siswa dilaporkan merasakan pusing dan mual hingga mengalami muntah.

Dugaan adanya keracunan tersebut kemudian ramai diperbincangkan di media sosial setelah sejumlah akun Instagram lokal mengunggah informasi mengenai kejadian tersebut.

Salah satu video yang beredar memperlihatkan seorang warga membuka kemasan susu yang dikonsumsi para siswa.

Dalam video itu, susu disebut mengeluarkan aroma tidak sedap dan diduga sudah mengalami kerusakan.

Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa keluhan yang dialami siswa berkaitan dengan susu dalam paket MBG. Namun, penyebab pasti kejadian tersebut hingga kini masih dalam proses pemeriksaan.

Berdasarkan pendataan awal petugas kesehatan setempat, terdapat 10 siswa yang mengeluhkan pusing. Sementara tujuh siswa lainnya dilaporkan mengalami muntah setelah mengonsumsi susu tersebut.

Meski demikian, kondisi para siswa disebut tidak mengalami dampak serius. Petugas kesehatan menyampaikan bahwa kondisi mereka secara umum berangsur membaik.

"Untuk saat ini kondisinya sudah berangsur membaik dan secara umum bagus semua," ujar petugas kesehatan tersebut, Kamis sore.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati mengerahkan tim epidemiologi bersama petugas dari Puskesmas Tambakromo.

Tim tersebut melakukan penelusuran untuk mengetahui penyebab munculnya keluhan kesehatan pada para siswa.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Kabid Yankes) Dinkes Pati, Anggia Widiari, membenarkan bahwa proses investigasi masih berjalan.

Menurut Anggia, terdapat temuan awal yang perlu diperiksa lebih lanjut.

Dari pemeriksaan awal terhadap produk susu, secara fisik kemasan terlihat dalam kondisi baik. Selain itu, tanggal kedaluwarsa pada produk juga belum terlewati.

"Tim dari Puskesmas sudah turun untuk melakukan penyelidikan. Kalau melihat kondisi susunya, secara fisik sebenarnya masih baik dan tanggal kedaluwarsanya juga masih sampai 2027," kata Anggia.

Anggia mengatakan, dugaan gangguan kesehatan yang dialami siswa belum dapat langsung dikaitkan dengan kualitas susu.

Ada sejumlah kemungkinan lain yang masih perlu ditelusuri, termasuk kondisi kesehatan masing-masing siswa.

Salah satu kemungkinan yang disebut adalah intoleransi laktosa, yakni kondisi ketika tubuh seseorang mengalami kesulitan mencerna laktosa yang terdapat dalam produk susu.

"Tiap orang memiliki kondisi yang berbeda. Ada yang mengalami intoleransi terhadap susu sehingga bisa menimbulkan sakit perut atau reaksi tertentu. Tetapi untuk memastikan penyebabnya, kita masih menunggu hasil pemeriksaan tim di lapangan," jelasnya.

Dengan demikian, penyebab pasti keluhan yang dialami belasan siswa SDN Maitan 01 Pati masih menunggu hasil investigasi dari petugas kesehatan.

Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran apakah kejadian berkaitan dengan susu MBG atau terdapat faktor kesehatan lain yang memengaruhi kondisi siswa. (adr)

Editor : Ali Mustofa
susu kemasan kesehatan puskesmas program mbg dinkes pati