Nahas! Dua Nelayan Tayu Tenggelam Saat Cari Ikan di Perairan Pecangaan-Juwana

Ali Mustofa • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 14:59 WIB
Personel Satpolairud membantu pencarian nelayan tenggelam di perairan Pecangaan-Juwana.
Personel Satpolairud membantu pencarian nelayan tenggelam di perairan Pecangaan-Juwana.

PATI - Musibah terjadi saat dua nelayan asal Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, tengah mencari ikan di perairan Pecangaan-Juwana, Rabu (16/9/2026) pagi.

Keduanya dilaporkan tenggelam setelah salah satu korban tercebur ke laut dan rekannya berusaha memberikan pertolongan.

Salah satu nelayan bernama Moin, 60, warga Desa Dororejo, Kecamatan Tayu, berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Sementara Haryanto, warga Desa Sambiroto, Kecamatan Tayu, masih dalam pencarian tim SAR Satpolairud Polresta Pati.

Peristiwa tersebut berlangsung sekitar pukul 09.45 WIB di perairan Pecangaan-Juwana, Kecamatan Juwana.

Jarak lokasi kejadian diperkirakan sekitar 2 hingga 4 mil dari garis pantai. Saat kejadian, kedua nelayan sedang mencari ikan dero.

Kasat Polairud Polresta Pati Kompol Hendrik Irawan menjelaskan, kejadian bermula ketika Moin sedang menebarkan jaring.

Diduga tubuhnya tersangkut alat tangkap tersebut hingga kehilangan keseimbangan dan jatuh ke laut.

Melihat rekannya tercebur, Haryanto berusaha memberikan pertolongan. Namun, upaya tersebut justru membuat keduanya sama-sama tenggelam.

“Korban pertama saat menebarkan jaring diduga tersangkut jaring dan kemudian tercebur ke laut. Korban kedua berusaha memberikan pertolongan, tetapi keduanya justru tenggelam,” ujar Hendrik.

Nelayan lain yang berada tidak jauh dari lokasi kemudian ikut membantu proses pencarian.

Moin akhirnya berhasil ditemukan dan dibawa ke daratan. Namun, Haryanto belum ditemukan hingga pencarian terus dilakukan.

Setelah menerima laporan kejadian, personel Satpolairud Polresta Pati segera mendatangi lokasi untuk membantu evakuasi sekaligus melakukan pencarian terhadap korban yang masih hilang.

“Begitu menerima informasi, personel Satpolairud langsung bergerak cepat menuju lokasi dan membantu proses evakuasi korban. Untuk korban yang belum ditemukan, pencarian masih terus kami lakukan,” kata Hendrik.

Petugas juga melakukan sejumlah langkah penanganan, mulai dari pemeriksaan lokasi kejadian, meminta keterangan dari para saksi, hingga berkoordinasi dengan tim SAR untuk memperluas pencarian Haryanto.

Jenazah Moin kemudian menjalani pemeriksaan luar oleh petugas Puskesmas Tayu II. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan ataupun penganiayaan pada tubuh korban.

“Dari pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan. Korban diindikasikan meninggal dunia akibat tenggelam,” jelas Hendrik.

Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah Moin diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Sementara itu, tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap Haryanto di sekitar lokasi kejadian.

Kasat Polairud Polresta Pati mengingatkan para nelayan agar selalu memperhatikan aspek keselamatan ketika melakukan aktivitas di laut.

Penggunaan perlengkapan keselamatan serta pemantauan kondisi cuaca dan perairan dinilai penting sebelum maupun selama melaut.

“Kami mengimbau para nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan saat melaut, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta memperhatikan kondisi cuaca dan perairan,” pungkas Hendrik. (aua)

 

Editor : Ali Mustofa
Perairan Juwana SAR Pati kecelakaan laut nelayan tayu pati