PATI - Penanganan warga yang mengalami gejala dugaan keracunan makanan setelah mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gembong 1, Kabupaten Pati, masih berlangsung.
Hingga Senin (14/9/2026) pagi, tercatat empat pasien masih menjalani rawat inap di rumah sakit.
Berdasarkan data terbaru Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati dengan batas pencatatan atau cut off Senin (14/9) pukul 07.00 WIB, total warga yang mengalami gejala mencapai 427 orang.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pati, Sugiono, mengatakan dari jumlah tersebut masih terdapat empat pasien yang membutuhkan perawatan di rumah sakit.
“Data terakhir per Senin 14 September 2026 cut off pukul 07.00 WIB, jumlah yang bergejala sebanyak 427 orang. Untuk rawat inap masih ada empat orang,” ujar Sugiono.
Dari empat pasien yang masih dirawat, dua orang berada di Rumah Sakit (RS) Mitra Bangsa, sedangkan dua lainnya menjalani perawatan di RS KSH.
Dua pasien di RS Mitra Bangsa diketahui merupakan siswa SMPN 1 Gembong. Sementara dua pasien yang dirawat di RS KSH berasal dari MTs Manbaul Ulum.
Untuk sejumlah fasilitas kesehatan lainnya, kondisi sudah lebih longgar.
Tidak terdapat pasien rawat inap akibat kejadian tersebut di RSUD RAA Soewondo Pati, RS Fastabiq Sehat, maupun Puskesmas Gembong.
Selain pasien yang menjalani rawat inap, terdapat lima orang yang mendapatkan perawatan jalan dalam periode 11 hingga 14 September 2026 hingga batas data pukul 07.00 WIB.
Kelima pasien tersebut terdiri dari satu orang dari MTsN 3 Pati, tiga orang dari MTs Manbaul Ulum, serta satu pasien dari MI Manbaul Ulum.
Sugiono menyampaikan bahwa kondisi pasien yang masih mendapatkan perawatan secara umum menunjukkan perkembangan positif.
Sejumlah pasien yang sebelumnya menjalani rawat inap juga telah diperbolehkan pulang dan melanjutkan pemulihan di rumah.
Menurutnya, dua pasien masih menunggu pemeriksaan dokter sebelum diperbolehkan meninggalkan rumah sakit.
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi stabil, keduanya direncanakan pulang.
“Untuk dua pasien belum pulang. Semoga hari ini pulang, tinggal menunggu dokter visite. Rencana pulang hari ini,” jelasnya.
Dokter spesialis anak RS Mitra Bangsa, dr. Joko Kurniawan, mengatakan pasien yang mulai berdatangan sejak Rabu (9/9/2026) umumnya mengalami gejala dengan tingkat ringan hingga sedang.
Keluhan yang paling banyak ditemukan berkaitan dengan gangguan saluran pencernaan. Beberapa di antaranya berupa mual, muntah, diare, sakit perut, serta sakit kepala.
“Syukurnya tidak ada yang gejalanya berat. Anak-anak yang masuk Rumah Sakit Mitra Bangsa yang dicurigai keracunan makanan itu umumnya karena mual muntah atau diare atau yang paling dominan nyeri kepala,” kata dr. Joko.
Ia menjelaskan, jumlah pasien dapat berubah karena adanya anak yang baru merasakan keluhan beberapa hari setelah mengonsumsi makanan yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut.
Dalam sejumlah kasus, gejala baru muncul sekitar dua hingga tiga hari setelah makanan dikonsumsi.
Kondisi tersebut menyebabkan adanya pasien susulan yang kemudian mendapatkan pemeriksaan dan perawatan.
Meski demikian, dokter menyebut kondisi pasien yang masih berada di rumah sakit relatif stabil.
Pasien yang telah menjalani observasi selama 1x24 jam dan tidak lagi menunjukkan gejala yang mengkhawatirkan dapat melanjutkan pemulihan melalui rawat jalan.
“Rata-rata perawatannya sudah bisa rawat jalan. Karena 1x24 jam stabil kita bisa lakukan rawat jalan. Pesannya ya semoga kembali pulih seperti sediakala tidak ada gejala komplikasi lanjutan,” harapnya. (adr)
Editor : Ali Mustofa