Dugaan Keracunan MBG di Pati Bertambah, 259 Warga Sekolah Alami Gejala, 48 Harus Dirawat

Ali Mustofa • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 15:21 WIB
SAKIT: Puluhan siswa dirawat di RSUD Soewondo pada Rabu (9/9). (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS)
SAKIT: Puluhan siswa dirawat di RSUD Soewondo pada Rabu (9/9). (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS)

PATI – Jumlah warga sekolah yang mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1 Gembong dan MTsN 3 Pati kembali bertambah.

Hingga Kamis (10/9/2026) pukul 09.00 WIB, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati mencatat sebanyak 259 orang mengalami gejala kesehatan yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan MBG.

Dari total tersebut, 48 orang harus menjalani rawat inap di sejumlah rumah sakit rujukan karena memerlukan penanganan medis lebih lanjut.

Kepala Dinkes Kabupaten Pati, Luky Pratugas Narimo, menjelaskan bahwa puluhan pasien yang dirawat inap tersebut tersebar di empat fasilitas kesehatan.

”Pasien rawat inap tersebut tersebar di beberapa fasilitas kesehatan, meliputi RSUD Soewondo sebanyak 23 orang, RS Mitra Bangsa 12 orang, RS KSH 12 orang, serta RS Fastabiq Sehat sebanyak satu orang,” jelas Luky.

Selain pasien yang harus mendapatkan perawatan inap, terdapat 138 orang yang menjalani rawat jalan setelah memperoleh pemeriksaan dan penanganan medis.

Dari jumlah tersebut, sebagian besar ditangani di RSUD Soewondo, yakni sebanyak 104 orang.

Selanjutnya, 31 orang mendapat perawatan di RS Mitra Bangsa, sedangkan tiga orang lainnya ditangani di Puskesmas Gembong.

Dinkes Pati bersama sejumlah instansi terkait hingga kini masih melakukan pendataan dan pemantauan secara berkala.

Langkah tersebut dilakukan seiring adanya penambahan warga sekolah yang melaporkan gejala kesehatan setelah mengonsumsi menu MBG.

Pemantauan tidak hanya ditujukan untuk mengetahui perkembangan jumlah korban, tetapi juga memastikan kondisi kesehatan mereka tetap terpantau selama proses penanganan berlangsung.

Di sisi lain, proses pemeriksaan terhadap sampel makanan yang dikonsumsi siswa dan guru masih berjalan.

Pemerintah masih menantikan hasil uji laboratorium untuk mengetahui penyebab gangguan kesehatan sekaligus memastikan apakah terdapat kontaminasi pada makanan MBG.

Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi salah satu dasar penting dalam mengungkap penyebab gangguan kesehatan yang dialami ratusan warga sekolah di SMPN 1 Gembong dan MTsN 3 Pati.

Sampai hasil pemeriksaan keluar, penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam proses penelusuran. (adr)

Editor : Ali Mustofa
gangguan kesehatan konsumsi makanan mbg Menu MBG penanganan medis dinkes pati