PATI - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati buka suara soal dugaan pemerasan oknum jaksa terhadap aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Pati yang belakangan mencuat.
Kepala Kejari Pati Hari Wibowo menegaskan pihaknya tetap mengedepankan pencegahan korupsi, namun meminta tuduhan tak dilontarkan asal bunyi tanpa bukti.
“Komitmen saya tetap mengutamakan pencegahan daripada penindakan. Demo silahkan, tidak ada masalah,” tegas Hari.
Isu pemerasan itu dikaitkan dengan proses pendampingan yang dilakukan Kejari terhadap sejumlah kepala dinas di lingkungan Pemkab Pati.
Hari menampik pihaknya melindungi jaksa yang diduga terlibat.
Ia menyebut setiap pemanggilan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) selalu melalui mekanisme resmi, termasuk pemberitahuan lebih dulu.
“Langsung menghakimi dan mengatakan akan melaporkan saya ke Jaksa Agung jika saya melindungi jaksa yang diduga terlibat. Padahal, setiap ada pemanggilan kepala dinas, saya selalu memberikan pemberitahuan terlebih dahulu,” ujarnya.
Hari juga menyoroti sikap oknum yang mendatanginya dengan mengatasnamakan media, namun berujung tak profesional.
Ia mengaku sempat ditunjuk-tunjuk wajahnya dan mejanya digebrak, disertai ancaman laporan ke Kejaksaan Agung.
“Silakan menyampaikan kritik atau demonstrasi, tetapi harus bisa dipertanggungjawabkan. Jangan menuduh kami tanpa bukti. Kemarin ada yang datang, menunjuk-nunjuk wajah saya dan menggebrak meja. Apakah itu sikap seorang media?” tandasnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Hari di sela sosialisasi pencegahan tindak pidana korupsi bersama jajaran ASN Pemkab Pati.
Ia menegaskan Kejari Pati terus membangun koordinasi lewat pembinaan dan sosialisasi antikorupsi di seluruh OPD, dan terbuka terhadap masukan masyarakat selama disampaikan secara etis dan berbasis data. (adr/ali)
Editor : Ali Mustofa