Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Kericuhan Besar Warnai Sidang Sudewo, Permintaan Maaf Petugas KPK Akhirnya Redakan Massa

Ali Mustofa • Selasa, 30 Juni 2026 | 15:19 WIB
Suasana sidang agenda putusan sela mantan Bupati Pati Sudewo ricuh di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (29/6/2026). (IDA FADILAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Suasana sidang agenda putusan sela mantan Bupati Pati Sudewo ricuh di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (29/6/2026). (IDA FADILAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Persidangan dengan agenda pembacaan putusan sela yang dijalani mantan Bupati Pati Sudewo di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang, Senin (29/6/2026), berakhir dengan kericuhan.

Ribuan pendukung yang memadati kawasan pengadilan meluapkan emosi setelah beredar kabar bahwa Sudewo diduga mendapat perlakuan kasar dari seorang petugas pengawal tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Situasi yang semula terkendali berubah memanas ketika Sudewo hendak meninggalkan ruang sidang.

Desakan massa semakin besar hingga aparat kepolisian yang berjaga kesulitan mengendalikan kerumunan.

Pagar pengadilan akhirnya roboh setelah didorong massa yang berusaha masuk ke area dalam.

Mendengar isu dugaan kekerasan tersebut, aparat segera memindahkan Sudewo dari mobil tahanan ke kendaraan taktis Brimob sebagai langkah pengamanan.

Namun, langkah itu belum mampu meredakan situasi.

Massa tetap mengepung kendaraan dan berusaha menghalangi keberangkatan Sudewo menuju Rumah Tahanan Semarang.

Sudewo bahkan sempat keluar melalui bagian atas kendaraan taktis untuk mengimbau para pendukungnya agar tetap tenang.

Meski demikian, sebagian massa tetap bertahan di sekitar kendaraan sehingga aparat Brimob harus melakukan pengamanan tambahan secara persuasif agar akses keluar dari pengadilan dapat dibuka.

Ketua Tim Kuasa Hukum Sudewo, Yupen Hadi, menyayangkan insiden tersebut.

Menurutnya, kericuhan dipicu oleh tindakan petugas yang membatasi interaksi Sudewo dengan para pendukungnya, padahal pada sidang-sidang sebelumnya kondisi serupa dapat berlangsung tanpa persoalan.

Yupen mengaku telah mengingatkan potensi terjadinya keributan sejak awal, bahkan menyampaikan keberatan tersebut kepada majelis hakim saat persidangan berlangsung.

Ia menilai langkah pengamanan yang diterapkan kali ini justru memicu ketegangan di antara massa yang hadir.

Selain itu, pihaknya berencana menyampaikan surat keberatan kepada KPK terkait tindakan petugas yang dianggap menjadi pemicu kericuhan.

Menurutnya, para pendukung Sudewo memiliki loyalitas tinggi sehingga pendekatan pengamanan seharusnya dilakukan secara lebih bijaksana.

Setelah situasi semakin memanas dan massa meminta penjelasan, seorang petugas pengawal KPK akhirnya tampil di hadapan publik dengan pengawalan aparat keamanan.

Dalam kesempatan tersebut, petugas menyampaikan permohonan maaf kepada para pendukung Sudewo.

Seusai permintaan maaf disampaikan, massa mulai berangsur membubarkan diri dan kondisi di sekitar Pengadilan Tipikor Semarang kembali kondusif.

Editor : Ali Mustofa
#kpk #semarang #pengadilan tipikor #sudewo