PATI - Banjir rob yang melanda kawasan pesisir Kabupaten Pati mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati.
Menyusul luasnya wilayah terdampak serta besarnya kerugian yang ditimbulkan, pemerintah daerah berupaya mengajukan bantuan dan dukungan penanganan kepada pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Berdasarkan data Pemkab Pati, sedikitnya 10 desa terdampak banjir rob yang tersebar di Kecamatan Margoyoso dan Kecamatan Tayu. Di Kecamatan Margoyoso, wilayah yang terdampak meliputi Desa Margotuhu Kidul, Margoyoso, dan Semerak. Sementara di Kecamatan Tayu, genangan rob terjadi di Desa Keboromo, Dororejo, Tunggulsari, Sambiroto, Jepat Lor, Jepat Kidul, dan Margomulyo.
Dari seluruh wilayah tersebut, kondisi terparah terjadi di Kecamatan Tayu, khususnya di Desa Tunggulsari, Margomulyo, Jepat Lor, dan Jepat Kidul yang hingga kini masih tergenang air laut pasang.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengatakan pemerintah daerah telah melakukan langkah penanganan darurat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Pihaknya telah menginstruksikan BPBD untuk turun langsung ke lokasi terdampak sekaligus menyalurkan bantuan logistik bagi masyarakat.
Menurut Chandra, bantuan darurat berupa bambu dan perlengkapan lainnya telah dikirim ke Desa Tunggulsari sebagai upaya sementara menangani tanggul yang mengalami kerusakan akibat terjangan rob. Namun, perbaikan permanen belum dapat dilakukan karena kondisi pasang air laut masih berlangsung.
Selain penanganan darurat, Pemkab Pati juga telah berkoordinasi dengan BNPB terkait kondisi banjir rob, terutama di Desa Tunggulsari yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Mengingat kebutuhan anggaran pembangunan tanggul cukup besar, BNPB meminta Pemkab Pati mengajukan surat resmi kepada Kementerian PU agar mendapatkan dukungan pendanaan dari pemerintah pusat.
Chandra menjelaskan, bantuan darurat yang telah disalurkan pemerintah daerah sebelumnya mencapai sekitar Rp60 juta untuk mendukung penanganan sementara di wilayah terdampak.
Di sisi lain, Pemkab Pati juga telah mengusulkan pembangunan dan peninggian tanggul di kawasan pesisir sebagai solusi jangka panjang. Usulan tersebut telah disampaikan kepada BNPB dan Kementerian PU mengingat panjang tanggul yang perlu ditangani membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.
Tak hanya berdampak pada permukiman dan infrastruktur, banjir rob juga menyebabkan kerugian besar di sektor tambak. Pemkab Pati memperkirakan nilai kerugian yang dialami para petambak mencapai sekitar Rp50 miliar. Kerugian tersebut turut dilaporkan kepada BNPB sebagai bahan pertimbangan dalam pemberian bantuan.
Pemkab Pati berharap dukungan dari pemerintah pusat dapat segera direalisasikan agar penanganan banjir rob, baik melalui bantuan darurat maupun pembangunan infrastruktur pengendali banjir, bisa dilakukan lebih cepat demi melindungi masyarakat pesisir dari ancaman genangan air laut yang terus berulang. (adr)
Editor : Faidhil Falah