Tanggul Sungai Widodaren Jebol, Ratusan Rumah di Pati Terendam Banjir, Warga Mulai Terserang Gatal dan Pusing

Ali Mustofa • Dipublikasikan Kamis, 28 Mei 2026 | 12:01 WIB
STANDBY: Escavator parkir di samping kawat penahan tanggul di Desa Ketitangwetan, Batangan kemarin. (BPBD UNTUK RADAR KUDUS)
STANDBY: Escavator parkir di samping kawat penahan tanggul di Desa Ketitangwetan, Batangan kemarin. (BPBD UNTUK RADAR KUDUS)

PATI – Jebolnya tanggul Sungai Widodaren mengakibatkan banjir meluas di Desa Ketitang Wetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati.

Genangan air yang terjadi selama tiga hari terakhir merendam ratusan rumah warga dan mengganggu aktivitas masyarakat di kawasan tersebut.

Pemerintah melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) kini mulai melakukan penanganan darurat dengan memperbaiki tanggul yang rusak.

Perbaikan dilakukan menggunakan kawat bronjong serta bantuan alat berat guna mempercepat proses penanganan di lokasi tanggul jebol.

Luapan Sungai Widodaren terjadi setelah debit air meningkat cukup tinggi hingga menyebabkan tanggul tidak mampu menahan arus. Akibatnya, air meluber ke permukiman warga dan menggenangi ratusan rumah di Desa Ketitang Wetan.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetyo, mengatakan proses penanganan kini sepenuhnya dilakukan oleh pihak BBWS dengan metode pemasangan kawat bronjong.

“Sudah ditangani langsung oleh BBWS menggunakan kawat bronjong sehingga tidak perlu lagi memakai sandbag,” ujarnya melalui pesan singkat.

Menurut Martinus, metode bronjong dipilih karena dianggap lebih kokoh dibandingkan penggunaan karung pasir maupun trucuk bambu yang biasa dipakai untuk penanganan sementara. Selain itu, alat berat juga sudah diterjunkan agar proses perbaikan tanggul dapat berjalan lebih cepat.

“Yang pasti, penggunaan kawat bronjong jauh lebih kuat dibanding sandbag ataupun trucuk bambu,” katanya.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Pati, banjir di Desa Ketitang Wetan berdampak pada sedikitnya 538 rumah warga. Total ada sekitar 550 kepala keluarga atau lebih dari 1.050 jiwa yang terdampak akibat meluapnya Sungai Widodaren tersebut.

Di tengah situasi banjir, tim kesehatan juga mulai bergerak memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak. Bidan Desa Ketitang Wetan, Endang Susilowati, turun langsung melakukan pemeriksaan kesehatan dengan mendatangi rumah-rumah warga, khususnya para lanjut usia yang masih bertahan di rumah masing-masing.

Beberapa warga lansia mulai mengeluhkan gangguan kesehatan seperti pusing dan gatal-gatal akibat genangan air banjir yang belum surut sepenuhnya. Tim kesehatan kemudian memberikan pemeriksaan serta obat-obatan gratis kepada warga yang membutuhkan.

“Pagi tadi kami melakukan kunjungan door to door kepada warga terdampak banjir,” ujar Endang.

Ia menjelaskan, kondisi banjir yang berlangsung selama dua hari terakhir mulai memengaruhi kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti lansia.

“Keluhannya rata-rata gatal-gatal dan pusing. Kami juga memberikan obat secara gratis,” jelasnya.

Selain pemeriksaan langsung ke rumah warga, petugas kesehatan juga membuka posko layanan kesehatan di rumah Kepala Desa Ketitang Wetan.

Posko tersebut disiagakan sejak pagi hingga siang hari untuk membantu warga yang membutuhkan pemeriksaan maupun penanganan kesehatan akibat dampak banjir. (adr)

 

Editor : Ali Mustofa
kawat bronjong kesehatan tanggul sungai pati