PATI – Perkembangan terbaru kembali muncul dalam kasus dugaan kekerasan seksual yang terjadi di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati.
Polresta Pati menerima laporan tambahan dari seorang korban yang mengaku mengalami tindakan serupa yang diduga dilakukan oleh Ashari (51), pendiri pesantren tersebut.
Ketua Presidium Aspirasi, Tomy Roisunnasih yang akrab disapa Gus Tomy, menegaskan pihaknya berkomitmen mendampingi para korban hingga proses hukum benar-benar selesai.
Ia menyampaikan bahwa pendampingan dilakukan untuk memastikan para korban memperoleh perlindungan sekaligus keadilan selama menjalani proses hukum di kepolisian.
Dalam pernyataannya, Gus Tomy juga mengajak masyarakat agar tidak menggeneralisasi peristiwa ini sebagai gambaran dunia pesantren secara keseluruhan.
Menurutnya, lembaga pesantren telah memberikan kontribusi besar dalam dunia pendidikan serta melahirkan banyak tokoh penting bagi bangsa.
Ia menekankan bahwa tindakan individu tidak seharusnya menimbulkan stigma terhadap institusi pesantren secara luas.
Selain itu, Gus Tomy mendorong korban lain yang mungkin mengalami kejadian serupa agar berani melapor.
Ia menilai sikap diam justru berpotensi meringankan hukuman pelaku, bahkan memungkinkan pelaku terhindar dari proses hukum.
Meski demikian, ia memahami bahwa banyak korban menghadapi tekanan psikologis berat.
Terlebih bagi mereka yang sudah berkeluarga dan khawatir terhadap dampak sosial serta nama baik. (adr)
Editor : Ali Mustofa