Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Di Balik Pesatnya Pembangunan, Warga Soroti Sumber Dana dan Jaringan Ashari

Ali Mustofa • Jumat, 15 Mei 2026 | 10:10 WIB
TAK ADA AKTIVITAS: Pondok Pesantren Ndholo Kusumo di Desa Tlogosari, Tlogowungu, Pati, sudah tutup. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS)
TAK ADA AKTIVITAS: Pondok Pesantren Ndholo Kusumo di Desa Tlogosari, Tlogowungu, Pati, sudah tutup. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS)

PATI – Perkembangan pesat fasilitas pendidikan yang dikelola Ashari di Desa Tlogosari memunculkan pertanyaan di kalangan warga terkait sumber pendanaan serta dukungan yang ia miliki.

Meskipun pernah menghadapi penolakan warga dan terseret isu skandal pada masa lalu, ia dinilai selalu mampu bangkit dan kembali memperkuat posisinya.

Sejumlah warga menduga adanya dukungan dari tokoh berpengaruh serta aliran dana yang cukup besar.

Pendanaan disebut tidak hanya berasal dari aktivitas lokal, tetapi juga dari jaringan donasi yang berjalan secara rutin.

Informasi yang dihimpun menyebut adanya kontribusi bulanan bernilai besar, bahkan diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Sebagian dana tersebut disebut datang dari pengikut yang bekerja di luar pulau, terutama di Kalimantan.

Mereka disebut rutin mengirimkan uang untuk mendukung operasional lembaga tersebut.

Menurut warga, donasi yang tampak saja bisa menyentuh angka sekitar Rp200 juta per bulan, belum termasuk pemberian harta pribadi dari sejumlah pengikut yang diserahkan secara sukarela karena loyalitas yang kuat.

Pengaruh doktrin ketaatan yang tinggi membuat sebagian pengikut rela memberikan aset berharga, termasuk sertifikat tanah.

Warga menyebut ada beberapa orang dari wilayah Pangonan dan Pati Utara yang menyerahkan dokumen kepemilikan tanah sebagai bentuk penghormatan kepada sang guru.

Kondisi ini membuat taraf ekonomi Ashari terlihat jauh lebih mapan dibandingkan sebagian pengikutnya yang hidup sederhana.

Selain faktor finansial, warga juga menduga adanya dukungan dari pihak-pihak berpengaruh yang membantu kelancaran legalitas yayasan.

Beberapa nama oknum aparat dan tokoh lokal kerap disebut sebagai pihak yang memberi perlindungan tidak langsung.

Disebut pula adanya hubungan dengan sebuah yayasan yang berlokasi di kawasan pondok pesantren di Pati Kota yang mendapat banyak hibah.

Jaringan dukungan finansial juga dikaitkan dengan pengusaha perikanan di wilayah Juwana.

Dari aliran dana tersebut, sejumlah pembangunan fasilitas pendidikan disebut dapat terealisasi, termasuk pendirian sekolah menengah pertama di sekitar lingkungan desa.

Dengan adanya dukungan finansial dan jaringan yang luas, aktivitas kelompok di Tlogosari dinilai berjalan tanpa banyak hambatan, meskipun warga kerap menyuarakan kekhawatiran terkait dugaan penyimpangan dan praktik yang dipersoalkan.

Jejak jaringan ini juga tampak dari upaya pengelolaan media, salah satunya radio komunitas yang pernah menyiarkan kajian rutin pada jam-jam tertentu. (adr)

Editor : Ali Mustofa
#ashari #finansial #pati #pondok pesantren #tokoh lokal