PATI – Kuswandi menepis tuduhan bahwa dirinya ikut membantu pelarian Ashari dari pengejaran polisi.
Ia menegaskan kehadirannya saat penangkapan semata-mata untuk membantu mencarikan penasihat hukum, bukan menyembunyikan ataupun memfasilitasi pelarian tersangka.
Pria yang turut diamankan oleh Polresta Pati itu akhirnya memberikan klarifikasi.
Kuswandi disebut-sebut terlibat dalam upaya pelarian Ashari yang terseret kasus dugaan pelecehan seksual di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo.
Namun, ia menegaskan tudingan tersebut tidak benar dan menyebut penangkapannya tidak memiliki dasar yang jelas.
Usai menjalani pemeriksaan pada Kamis (7/5), Kuswandi mengaku sempat bertemu langsung dengan Ashari di wilayah Rejenu, Kudus, pada Minggu malam.
Dalam pertemuan itu, Ashari disebut merasa khawatir memenuhi panggilan polisi karena takut langsung ditahan.
Kuswandi juga menjelaskan bahwa saat aparat mencarinya, ia berada di sebuah hotel di Bekasi.
Dari proses pemeriksaan tersebut, ia mengaku akhirnya memberikan informasi terkait keberadaan Ashari kepada penyidik.
Ia menyebut sempat mengajak Ashari kembali ke Pati untuk memenuhi panggilan penyidik dengan didampingi kuasa hukum.
Karena yakin rekannya tidak bersalah, Kuswandi berinisiatif membantu mencari pengacara.
Pria yang mengaku telah mengenal Ashari selama sekitar dua dekade itu menegaskan dirinya hanya ingin membantu rekannya memperoleh keadilan dan siap menjalani pemeriksaan lanjutan apabila dibutuhkan.
Sementara itu, penasihat hukum Kuswandi, Donny Andretti, menyatakan kliennya tidak terlibat dalam upaya pelarian.
Ia menegaskan keberadaan Kuswandi di Bekasi semata untuk mencari kuasa hukum, bukan untuk menyembunyikan tersangka.
Di sisi lain, Kapolresta Pati Jaka Wahyudi menyampaikan bahwa Kuswandi diperiksa karena diduga membantu Ashari menghindari penangkapan.
Polisi menduga ia turut berperan dalam menyusun rencana pelarian hingga mengaburkan jejak keberadaan Ashari agar sulit dilacak. (adr)