PATI – Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Warga Tlogowungu Bersatu mendatangi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tlogowungu 01 di Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jumat (27/2).
Kedatangan mereka merupakan bentuk protes terhadap menu makanan yang dinilai tidak sebanding dengan anggaran yang telah ditetapkan.
Koordinator aksi, Muhammad Ali Sobri, dalam orasinya menyoroti dugaan ketidaksesuaian antara nilai anggaran dan makanan yang dibagikan.
Ia menyebutkan bahwa menu yang diinformasikan bernilai Rp8.000 per porsi, namun setelah dilakukan pengecekan langsung, nilainya diperkirakan hanya sekitar Rp5.000.
Menurut Sobri, aliansi mempertanyakan selisih anggaran sekitar Rp3.000 yang dianggap tidak jelas penggunaannya.
“Menu yang diberikan kepada anak-anak disebut bernilai Rp8.000, tetapi setelah kami cek langsung di lapangan nilainya hanya sekitar Rp5.000. Kami ingin tahu ke mana sisa anggaran tersebut,” ujarnya.
Ia menjelaskan, paket makanan yang diterima siswa berupa satu buah jeruk, satu roti kering, serta empat butir telur puyuh.
Dengan komposisi tersebut, pihaknya menilai harga Rp5.000 saja sudah cukup tinggi, sehingga muncul pertanyaan mengenai perbedaan nilai anggaran.
Tak hanya soal harga, massa juga menyoroti kualitas bahan makanan yang disediakan.
Sobri mengaku menerima laporan adanya buah jeruk yang tidak layak konsumsi karena sebagian kondisinya sudah membusuk.
Baca Juga: KPK Geledah Rumah Eks Pj Sekda Pati Riyoso, Dalami Kasus Korupsi Jual Beli Jabatan
Ia juga mempertanyakan keberadaan tenaga ahli gizi di dapur tersebut yang seharusnya memastikan mutu dan kelayakan makanan sebelum dibagikan.
Aliansi meminta pengelola memberikan penjelasan secara terbuka terkait penggunaan anggaran serta kualitas menu yang disajikan.
Mereka juga mengancam akan menggelar aksi lanjutan jika tidak ada klarifikasi atau perbaikan.
Sobri menyebutkan, jumlah peserta aksi mencapai sekitar 800 orang dan berpotensi bertambah apabila tuntutan tidak ditindaklanjuti.
Menanggapi aksi tersebut, Kepala Dapur SPPG Tlogowungu 01 dari Yayasan Cahaya Erlangga Khatulistiwa 01, Viki Ardiyan Listiyanto, menyampaikan apresiasi atas aspirasi warga.
Baca Juga: Rumah Rusak Akibat Tanah Gerak, Pemkab Blora Perketat Izin Bangunan di Bantaran Sungai
Ia mengaku menerima berbagai kritik dan masukan, serta meminta maaf apabila terdapat hal yang kurang berkenan selama proses komunikasi.
Terkait tudingan perbedaan harga dan kualitas menu, Viki menegaskan bahwa operasional dapur telah dijalankan sesuai aturan yang berlaku.
Ia menjelaskan bahwa pagu anggaran per porsi di dapurnya sebesar Rp7.900 dan tidak melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat.
Saat ini, dapur SPPG Tlogowungu 01 melayani distribusi makanan untuk 35 sekolah.
Namun sebagai bentuk penghormatan terhadap aksi warga, operasional dapur sempat dihentikan sementara.
Meski demikian, pihak pengelola berharap distribusi dapat segera dilanjutkan mengingat kebutuhan para penerima manfaat.
Aksi unjuk rasa tersebut berlangsung dengan pengamanan aparat dan menarik perhatian masyarakat, terutama terkait transparansi anggaran serta kualitas program pemenuhan gizi bagi pelajar. (adr)