Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sekolah Swasta Bisa Mendunia, SMA PGRI 1 Pati Buktikan Prestasi di Thailand

Andre Faidhil Falah • Sabtu, 14 Februari 2026 | 15:11 WIB
BANGGA: Alif Ilham (kiri) dan Euchristo Gamaliel (kanan) menunjukkan hasil olimpiade di Thailand belum lama ini. 
BANGGA: Alif Ilham (kiri) dan Euchristo Gamaliel (kanan) menunjukkan hasil olimpiade di Thailand belum lama ini. 

PATI - Di tengah stigma bahwa sekolah swasta hanya jadi “alternatif kedua”, SMA PGRI 1 Pati justru menampar keraguan itu lewat prestasi kelas dunia.

Dua siswanya, Alif Ilham Thobibul Hatif dan Euchristo Gamaliel, sukses merebut medali perak dalam ajang bergengsi Thailand International Mathematical Olympiad (TIMO), bersaing dengan peserta dari 24 negara.

Prestasi ini bukan kebetulan. Ini hasil dari ekosistem pendidikan yang berani keluar dari zona nyaman.

Sebelum terbang ke Thailand, keduanya harus lolos seleksi ketat yang digelar di MTs Abadiyah Pati.

Guru pembimbing matematika SMA PGRI 1 Pati, Dwi Rahayu Kiswari, menegaskan bahwa prosesnya tidak instan. Ada penyaringan, ada pembinaan, ada tekanan, dan ada konsistensi.

Setelah meraih medali perak di tahap awal, keduanya mendapat undangan final langsung ke Thailand.

Keputusan pun diambil bersama kepala sekolah: berangkat dan bertarung membawa nama sekolah.

Persiapan mereka bukan sekadar tambahan jam belajar. Sejak September hingga Februari, Alif dan Euchristo digembleng dalam program pembinaan intensif.

Setiap Jumat dan Sabtu, mereka mengikuti kelas khusus Olimpiade Matematika.

Menjelang keberangkatan, keduanya bahkan menjalani karantina akademik selama 10 hari penuh—tanpa sekolah reguler, tanpa distraksi, tanpa kompromi.

Setiap hari mereka berkutat dengan soal dari pukul 07.00 hingga 12.00, lalu dilanjutkan sesi modifikasi soal hingga sore.

Bukan hanya menyelesaikan persoalan, tapi juga membongkar pola dan menciptakan ulang strategi. Malam hari? Belajar mandiri di rumah.

Alif, akrab disapa Ibul tak merasa terbebani. Matematika bukan sekadar pelajaran baginya, tapi panggilan.

Sejak SD, ia memang jatuh cinta pada angka. Ambisinya sederhana tapi tajam: juara dan membanggakan sekolah serta keluarga.

Menariknya, Ibul menjadi peraih nomor satu medali perak dalam delegasi tersebut. Sebuah pencapaian yang menjadi sejarah baru bagi SMA PGRI 1 Pati.

 Baca Juga: Kasus Investasi Kapal Pati, Hakim Nyatakan Tak Terbukti, H. Utomo Bebas dari Seluruh Dakwaan

“Untuk Indonesia perak nomorn1,” tegasnya. 

Kepala sekolah SMA PGRI 1 Sutono, menegaskan bahwa arah pendidikan kini tak lagi cukup hanya menekankan disiplin.

“Disiplin mencetak orang taat. Kreativitas mencetak pencipta peluang,” tegasnya.

Menurutnya, sekolah harus berani mendorong siswa masuk ke arena kompetisi global.

Mengikuti lomba bukan sekadar berburu piala, tetapi membangun mental bertanding, daya juang, dan kepercayaan diri.

Terlebih bagi sekolah swasta, eksistensi dibangun lewat kualitas, bukan sekadar reputasi lama.

Jika dulu SMA PGRI 1 Pati dikenal karena kedisiplinannya, kini mereka ingin dikenal karena keberanian dan kreativitasnya.

Prestasi di TIMO menjadi bukti bahwa dengan pembinaan serius, sekolah swasta pun mampu menyalip dan bahkan melampaui sekolah negeri.

“Dari Pati untuk dunia. ini bukan slogan. Ini pembuktian,” paparnya. (adr)

 

Editor : Ali Mustofa
#SMA PGRI 1 Pati #prestasi #pendidikan #thailand