PATI – Seorang pria asal Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia di teras sebuah ruko counter handphone I.
Point yang berada di Desa Semampir, pada Selasa (3/2) malam.
Korban diketahui bernama Prihanto Setyo Widianto alias Wiwit (35), warga Desa Batokan, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 22.15 WIB, saat korban terlihat dalam kondisi lemah dan mengalami sesak napas ketika duduk di kursi depan counter.
Sekitar 15 menit kemudian, tepatnya pukul 22.30 WIB, korban tiba-tiba terjatuh dan ditemukan dalam posisi tertelungkup di teras ruko.
Saksi mata yang juga karyawan counter, Safa Karmila Rosa, segera menghubungi rekannya Moh. Diky Wahyudi dan melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat Desa Semampir, Suyanto.
Laporan itu selanjutnya diteruskan ke pihak kepolisian.
Kapolresta Pati melalui Ipda Sismiyarto, selaku Kepala SPKT Polresta Pati, mengatakan bahwa setelah menerima laporan, petugas piket Polsek Pati Kota bersama personel Pamapta dan Inafis Polresta Pati langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Setelah laporan diterima, petugas segera diterjunkan ke lokasi untuk memastikan kondisi korban sekaligus mengamankan TKP,” jelas Ipda Sismiyarto.
Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke RSUD RAA Soewondo Pati untuk dilakukan pemeriksaan medis.
Tim medis dari Puskesmas Pati I yang dipimpin dr. Aprino melakukan pemeriksaan luar dan menemukan luka robek di bagian kepala sebelah kiri.
Namun demikian, tidak ditemukan adanya lebam, pendarahan, maupun tanda-tanda kekerasan pada bagian tubuh lainnya.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada indikasi penganiayaan atau tindakan kekerasan,” tegasnya.
Saat pertama kali ditemukan, korban tidak membawa identitas diri.
Unit Reskrim Polsek Pati Kota kemudian melakukan penelusuran hingga akhirnya identitas korban berhasil dipastikan setelah pihak keluarga dari Bojonegoro menghubungi kepolisian.
Setelah seluruh proses pemeriksaan dan administrasi selesai, jenazah korban diserahkan secara resmi kepada pihak keluarga untuk dibawa pulang dan dimakamkan di daerah asal.
Hingga penanganan perkara selesai, situasi di sekitar lokasi kejadian dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif.
“Seluruh tahapan penanganan dilakukan secara profesional, sesuai prosedur, dan transparan,” pungkas Ipda Sismiyarto. (adr)
Editor : Ali Mustofa