RADAR KUDUS — Senyap, tertutup, dan nyaris tanpa jejak. Itulah gambaran operasi penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyasar jajaran pejabat di Kabupaten Pati, Senin (19/1/2026).
Tidak satu titik, tidak satu lokasi. Pemeriksaan dilakukan terpisah: Camat Jaken dan sejumlah kepala desa digiring ke Polsek Sumber, Kabupaten Rembang, sementara Bupati Pati Sudewo ST, MT, disebut menjalani pemeriksaan di Polres Kudus.
Skema pemeriksaan terbelah ini memantik perhatian publik. Bukan tanpa alasan. Dalam banyak kasus besar, KPK kerap memusatkan pemeriksaan di satu lokasi.
Baca Juga: Bupati Pati Sudewo Dikabarkan Dibawa KPK? Ini yang Terjadi
Namun kali ini, penyidik memilih memecah titik, memisahkan subjek pemeriksaan, dan menutup rapat informasi.
Pantauan di Mapolsek Sumber menunjukkan situasi yang jauh dari biasanya. Sejak Minggu malam (18/1/2026), gerbang polsek tertutup rapat.
Aparat berjaga lebih ketat. Aktivitas keluar-masuk kendaraan berlangsung hingga larut malam, menciptakan suasana yang mencolok di tengah wilayah yang relatif sepi.
Baca Juga: Kenapa Bupati Pati Sudewo Dibawa KPK? Ini Kronologinya
Warga sekitar, Eko Yuli, mengaku mulai curiga sejak malam hari. “Sekitar jam sebelas malam saya pulang, banyak mobil keluar masuk. Penjagaannya juga beda, lebih ketat,” tuturnya.
Sejumlah kendaraan berpelat H Semarang terlihat parkir di sekitar Mapolsek, termasuk mobil pribadi, kendaraan dinas kepolisian, hingga minibus. Bahkan, wartawan yang berada di lokasi sempat diminta menghapus foto oleh anggota berpakaian sipil berkaos hitam.
Hingga siang hari, Kapolsek Sumber AKP Pujiono belum memberikan pernyataan resmi. Upaya konfirmasi sejak malam sebelumnya tidak membuahkan hasil.
Dari informasi yang dihimpun RADAR KUDUS, pemeriksaan di Polsek Sumber melibatkan Camat Jaken Tri Agung Setiawan, sejumlah kepala desa, bendahara kecamatan, serta staf inti. Total saksi yang dimintai keterangan diperkirakan mencapai 10 orang.
Seorang sumber internal yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebut pemeriksaan berkaitan dengan dugaan praktik jual-beli jabatan di Kecamatan Jaken. Modus yang diselidiki mengarah pada pengisian perangkat desa yang diduga tidak sesuai mekanisme resmi.
Sekretaris Kecamatan Jaken, Agus Karyadi, mengaku belum mendapatkan informasi yang utuh. Ia memilih berhati-hati.
“Saya belum dapat keterangan pasti. Kabarnya masih simpang siur. Daripada saya bicara tapi keliru,” katanya.
Baca Juga: KPK Seret Pejabat Pati: Camat Jaken dan Kades Diperiksa di Rembang, Bupati Sudewo Diusut di Kudus
Ia juga menyebut Camat Jaken belum terlihat di kantor kecamatan hingga pagi hari. Padahal, ada agenda rapat di Pati sekitar pukul 09.00 WIB.
Sementara itu, jalur penyelidikan lain mengarah ke Kudus. Pada Senin dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB, Polres Kudus disebut menjadi lokasi pemeriksaan terhadap Bupati Pati Sudewo. Pemeriksaan ini dilakukan dalam tahap penyelidikan, dengan status sebagai saksi.
Berbeda dengan Polsek Sumber, suasana Polres Kudus terpantau relatif normal. Tidak ada pengamanan berlebihan.
Bahkan, pagi harinya Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo sempat memimpin gelar perkara kasus kriminal lain seperti biasa.
Namun, konfirmasi resmi terkait keberadaan tim KPK di Mapolres Kudus belum diberikan. Hingga pukul 11.00 WIB, informasi pemeriksaan Bupati Sudewo baru diketahui wartawan dari sumber internal.
Sumber yang sama menyebut pemeriksaan menyasar dugaan pelanggaran dalam proses pengisian perangkat desa di Kabupaten Pati.
Baca Juga: KPK Jalankan Pemeriksaan Ganda: Bupati Pati Diperiksa di Polres Kudus, Camat Jaken di Polsek Sumber
Fokus penyidik mengarah pada indikasi gratifikasi, suap, atau transaksi jabatan yang melibatkan jejaring pejabat struktural.
Pemeriksaan dini hari dinilai sebagai langkah strategis untuk mempercepat penggalian keterangan sekaligus meminimalkan kebocoran informasi. Polres Kudus hanya menyediakan tempat pemeriksaan demi menjaga keamanan dan netralitas.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Pati belum memberikan pernyataan terbuka. Penjabat Sekda Pati Teguh Widyatmoko tidak merespons panggilan wartawan.
Informasi dari staf Setda menyebut Sudewo tengah berada di luar daerah untuk agenda Rakernas APKASI di Batam. Namun keterangan ini bertabrakan dengan informasi pemeriksaan yang beredar luas.
Ketiadaan klarifikasi resmi membuat rumor berkembang liar. Di kalangan elit politik Pati, kabar pemanggilan KPK menjadi perbincangan utama.
“Pagi tadi ramai. Camat, kepala desa, sampai perangkat desa dipanggil. Katanya ada dua koper,” ungkap seorang narasumber internal.
Meski belum ada penetapan tersangka, pola pemeriksaan terpisah ini memberi sinyal kuat bahwa KPK tengah menyusun konstruksi perkara secara hati-hati.
Pemisahan lokasi dinilai sebagai cara untuk menghindari sinkronisasi keterangan antar saksi.
Pengamat hukum menilai strategi ini lazim digunakan KPK saat mendalami dugaan korupsi berjaringan. “Biasanya untuk menguji konsistensi keterangan dan menutup ruang kompromi,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pemeriksaan di Polsek Sumber masih berlangsung. Aktivitas di Polres Kudus kembali normal. Namun satu hal pasti: operasi senyap KPK telah mengguncang birokrasi Pati, meninggalkan lebih banyak pertanyaan ketimbang jawaban.
Editor : Mahendra Aditya