Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Diguyur Hujan Deras dan Angin Kencang, Gedung SD di Tlogowungu Pati Ambruk, Tak Ada Korban Jiwa

Redaksi Radar Kudus • Sabtu, 17 Januari 2026 | 10:29 WIB

ROBOH: Bangunan di SDN Sambirejo 02, Tlogowungu ambruk kemarin.
ROBOH: Bangunan di SDN Sambirejo 02, Tlogowungu ambruk kemarin.

PATI — Tiga ruang kelas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sambirejo 02, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, mengalami kerusakan berat.

Bahkan, satu di antaranya dilaporkan roboh setelah tak mampu menahan kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Bangunan yang ambruk diketahui memang sudah lama dalam kondisi rapuh.

Baca Juga: Cari Rumput Pakan Ternak, Warga Sendang Kragan Rembang Dikejutkan Penemuan Jasad Petani di Kebun

Hujan deras disertai angin kencang diduga menjadi pemicu utama hingga struktur bangunan akhirnya runtuh.

Selain ruang kelas, fasilitas lain di lingkungan sekolah seperti gudang dan kantin lama juga turut terdampak kerusakan.

Kepala SDN Sambirejo 02, Prihadi, menuturkan bahwa insiden tersebut terjadi pada Rabu (14/1) sekitar pukul 13.00 WIB.

Saat itu, curah hujan cukup tinggi disertai angin kencang mengguyur kawasan sekolah.

“Sekitar pukul satu siang kemarin, bangunan ambrol akibat hujan deras dan angin. Yang mengalami kerusakan parah ada tiga ruang kelas, ditambah gudang dan kantin lama,” ujar Prihadi saat dikonfirmasi, Kamis (15/1/2026).

Ia mengungkapkan, kondisi bangunan sekolah tersebut sebenarnya telah lama menjadi perhatian pihak sekolah.

Bahkan, laporan kerusakan sudah disampaikan secara berjenjang sejak dua tahun terakhir, mulai dari pemerintah desa, koordinator wilayah pendidikan, hingga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati.

Baca Juga: Lebih dari Sekadar Ibadah, Shalat Menata Jiwa dan Menjaga Raga

“Kami sudah cukup lama melaporkan kondisi ini, kurang lebih dua tahun. Semua pihak sudah tahu, tetapi sejauh ini baru sebatas penilaian dan pengecekan lokasi, belum ada perbaikan nyata,” jelasnya.

Beruntung, peristiwa robohnya ruang kelas itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

Pasalnya, kejadian berlangsung setelah kegiatan belajar mengajar selesai sehingga tidak ada siswa maupun guru di dalam kelas.

Sebagai langkah darurat, pihak sekolah sementara waktu melakukan penataan ulang ruang belajar.

Tiga kelas yang terdampak digabung dan dipindahkan ke ruangan lain dengan menggunakan sekat agar proses pembelajaran tetap bisa berjalan.

Baca Juga: Mengenal Dino Renteng, Hitungan Kalender Jawa yang Diyakini Picu Hujan Berhari-hari

“Kami sudah bermusyawarah dengan komite sekolah. Untuk sementara kelas direlokasi dan disekat supaya anak-anak tetap bisa mengikuti pelajaran,” tambah Prihadi.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Kabupaten Pati, Sunarji, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait kondisi bangunan SDN Sambirejo 02 jauh sebelum kejadian roboh.

Namun demikian, untuk penanganan jangka panjang, pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

“Penanganan akan kami tindak lanjuti sesuai situasi dan kondisi. Untuk perbaikan permanen, kami masih menunggu kepastian dari kementerian,” kata Sunarji. (adr)

 
Editor : Ali Mustofa
#hujan deras #pati #bangunan #sekolah #angin kencang