Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Banjir Rendam SDN Semampir Pati, Siswa Terpaksa Diliburkan

Andre Faidhil Falah • Senin, 12 Januari 2026 | 10:56 WIB
TERGENANG: SDN Semampir, Pati Kota kebanjiran pada Senin (12/1).
TERGENANG: SDN Semampir, Pati Kota kebanjiran pada Senin (12/1).

PATI - Banjir kembali merendam kawasan Kota Pati. Salah satu dampaknya dirasakan oleh SDN Semampir yang terpaksa meliburkan kegiatan belajar mengajar (KBM) demi keselamatan siswa.

Dalam kurun waktu satu minggu terakhir, banjir tercatat sudah terjadi dua kali di wilayah tersebut.

SDN Semampir di Kabupaten Pati terendam banjir. Air berwarna cokelat keruh tampak mengalir deras di depan dan masuk ke area sekolah, bahkan hampir setinggi lantai halaman.

Gerbang sekolah dengan pilar berwarna hijau terlihat masih berdiri, namun pintu gerbang terbuka dan digenangi air.

Bangunan sekolah beratap genteng merah tampak di bagian dalam, sebagian halaman dan akses menuju kelas sudah tergenang.

Arus air yang cukup kuat terlihat di bagian depan. Banjir kemungkinan berasal dari luapan sungai sehingga drainase yang tidak mampu menampung debit air.

Akibatnya aktivitas belajar mengajar terganggu karena banjir yang melanda lingkungan sekolah.

Salah seorang wali murid, Agus Ata, mengatakan anaknya terpaksa tidak masuk sekolah karena kondisi sekolah yang tidak memungkinkan untuk digunakan.

Menurutnya, banjir pertama terjadi pada malam hari, sementara banjir kedua terjadi pada pagi hari sehingga aktivitas sekolah langsung terdampak.

“Kalau banjirnya memang satu minggu ini sudah dua kali. Yang kemarin malam, ini kebetulan pagi, jadi kondisi sekolah juga tidak bisa dipakai untuk belajar. Jadi ya sangat disayangkan,” ujarnya.

Agus menjelaskan, pihak sekolah akhirnya memutuskan untuk meliburkan siswa.

Meski disayangkan, keputusan tersebut dinilai sebagai langkah terbaik demi keselamatan anak-anak.

“Iya, diliburkan. Dengan kondisi sedikit menyayangkan sampai diliburkan, tapi ya karena ini juga demi keselamatan anak-anak, mau tidak mau libur,” katanya.

Ia berharap persoalan banjir ini bisa segera ditangani secara serius oleh pihak terkait.

Pasalnya, banjir terjadi dua kali hanya dalam selang waktu dua hari. Akibatnya, siswa terpaksa tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar karena sekolah dipenuhi lumpur.

“Ini sudah dua kali dalam satu minggu. Selang hanya dua hari banjir lagi. Kemarin lumpur semua. Pagi anak-anak terpaksa tidak masuk, tidak mengikuti pembelajaran,” tambahnya.

Agus juga menyebutkan bahwa proses pembersihan lumpur pascabanjir dibantu oleh TNI, Polri, dan relawan.

Banjir yang terjadi dua hari lalu membawa banyak lumpur, tidak hanya menggenangi sekolah, tetapi juga masuk ke rumah warga dan menutupi jalan-jalan di sekitar lokasi. 

“Banjirnya bawa lumpur banyak. Jadi hampir semua kena, enggak cuma di sekolahan, rumah warga dan jalan juga semuanya kena lumpur,” jelasnya.

Menurut Agus, banjir memang pernah terjadi sebelumnya, namun tidak separah kali ini.

Biasanya air hanya masuk beberapa sentimeter di halaman sekolah dan tidak sampai masuk ke dalam gedung atau ruang kelas.

Terkait penyebab banjir, Agus mengaku tidak mengetahui secara pasti.

Namun ia menduga banjir disebabkan oleh limpasan air dari wilayah atas atau pegunungan serta Sungai Sani yang sudah tidak mampu menampung debit air.

“Semalam hujannya sebenarnya tidak begitu deras, tapi imbasnya selalu seperti ini. Yang kemarin juga sama, hujannya tidak begitu deras tapi tiba-tiba banjir. Mungkin karena limpasan air dari Sungai Sani sudah overload, ditambah perawatan sungai yang sudah lama tidak dilakukan,” ungkapnya.

Sementara itu, hingga saat ini belum ada kebijakan pembelajaran daring sebagai pengganti kegiatan belajar di sekolah.

Hal tersebut dikarenakan banyak warga di sekitar sekolah juga terdampak banjir.

“Terkait pembelajaran online sejauh ini tidak ada, karena kebetulan banyak juga masyarakat di area sekitar yang kebanjiran,” pungkasnya. (adr)

 

Editor : Ali Mustofa
#banjir #pati #siswa #KBM