Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Waspada, Wabah Chikungunya Serang Pati, Puluhan Warga Sugiharjo Terinfeksi

Andre Faidhil Falah • Minggu, 23 November 2025 | 22:40 WIB
Ilustrasi orang sakit
Ilustrasi orang sakit

PATI - Warga Desa Sugiharjo, Kecamatan/Kabupaten Pati, tengah dilanda kekhawatiran akibat merebaknya wabah chikungunya yang menulari puluhan warga dalam beberapa pekan terakhir. Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti ini menimbulkan gejala demam tinggi, nyeri sendi, dan ruam pada kulit.

Informasi yang diterima menyebutkan bahwa gejala pertama kali dirasakan warga sekitar satu bulan lalu. Hingga kini, masih muncul kasus baru, bahkan sejumlah warga mengalami nyeri persendian yang cukup parah hingga tidak dapat beraktivitas.

Sutrisno, tokoh masyarakat Sugiharjo, menjelaskan bahwa mayoritas kasus berada di Dukuh Gilis, khususnya di RT 01, RT 02, dan RT 05.

“Kenapa saya menduga chikungunya? Karena gejala awalnya muncul ruam di kulit, tubuh terasa lemas sampai tak bisa berjalan. Biasanya baru bisa bergerak setelah beberapa hari ketika imunnya mulai pulih,” jelasnya.

Ia menuturkan, sebagian warga yang demam ada yang dibawa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan, namun sebagian besar memilih dirawat di rumah. Menurutnya, jika satu anggota keluarga terinfeksi, biasanya anggota lain ikut tertular.

“Kalau dalam satu keluarga belum kena semua, artinya belum selesai,” tambahnya.

Melihat kondisi yang semakin meluas, ia meminta pemerintah bergerak cepat memberikan penanganan agar penyebaran tidak terus bertambah.

“Ada warga bertanya apakah harus disemprot atau bagaimana. Kalau DBD kan jelas ada fogging. Kami butuh arahan dari Dinas Kesehatan tentang cara menguatkan imun atau menangani wabah ini. Sudah puluhan warga yang tertular,” tegasnya.

 Sutris juga menyebut adanya satu warga yang meninggal dunia di tengah merebaknya wabah tersebut, meski belum dapat dipastikan apakah kematiannya terkait chikungunya.

“Gejala awalnya mirip chikungunya, tapi penyebab pastinya belum tahu,” ujarnya.

 Widya, salah satu warga yang sempat terinfeksi, menceritakan bahwa ia mengalami pusing, linu, lemas, hingga diare.

“Awalnya pusing, badan linu, lemas beberapa hari. Bahkan sampai mencret,” ungkapnya.

Meski begitu, ia tidak memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan dan hanya membeli obat di apotek serta melakukan perawatan di rumah.

Ketua RT 05 Dukuh Gilis, Arif Purwanto, membenarkan adanya puluhan warganya yang terjangkit.

“Di RT sini saja ada puluhan warga yang kena, kebanyakan orang tua. Anak-anak justru tidak ada,” ujarnya.

Arif mengatakan, kasus-kasus tersebut muncul dalam sepuluh hari terakhir. Gejala yang dikeluhkan warganya hampir seragam, mulai dari demam, pusing, mual, hingga nyeri kaki saat berjalan. Ia berharap Dinas Kesehatan segera turun tangan karena jumlah warga yang sakit terus bertambah.

 

Hingga berita ini ditulis, Dinas Kesehatan Kabupaten Pati belum memberikan keterangan resmi terkait wabah tersebut. (adr)

Editor : Zainal Abidin RK
#aedes aegepty #Chikungunya