Duua warga Pati itu saat ini menjalani proses hukum. Keberangkatan mereka dilakukan secara mandiri dan disebut tidak mewakili organisasi atau kelompok tertentu, termasuk Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB).
Sejak sekitar pukul 08.19 WIB, warga sudah mulai berkumpul di Alun-Alun Simpang Lima Pati.
Mereka menaiki satu bus besar yang telah disiapkan panitia keberangkatan.
Selain bus, beberapa mobil pribadi juga digunakan untuk mengangkut warga lain yang ingin ikut memberikan dukungan moral.
Suasana keberangkatan berlangsung tertib, dengan warga saling membantu menaikkan barang bawaan dan memastikan perjalanan berjalan lancar.
Muhlisin, adik kandung Botok, menjelaskan bahwa jumlah warga yang ikut dalam rombongan tersebut diperkirakan mencapai kurang lebih 100 orang.
Menurutnya, kepedulian masyarakat muncul secara spontan setelah mendengar kabar bahwa Botok tengah menjalani proses hukum yang dianggap sebagian warga sebagai bentuk kriminalisasi.
“Hari ini mau menjenguk Mas Botok di Polda Jateng sambil memberikan dukungan moral. Kira-kira kurang lebih 100 orang yang berangkat. Ada bus dan beberapa mobil pribadi juga. Tadi malam juga ada konfirmasi dari Kudus, mereka mau ke Polda satu mobil,” ujar Muhlisin.
Ia menegaskan bahwa agenda rombongan murni untuk memberikan semangat kepada Botok agar tetap kuat menghadapi proses hukum yang berjalan.
“Agendanya cuma menjenguk saja, memberikan motivasi dan kekuatan moral dari masyarakat supaya Mas Botok bisa segera dibebaskan,” lanjutnya.
Muhlisin juga kembali menekankan bahwa keberangkatan ini tidak berkaitan dengan AMPB.
“Tidak ada AMPB. Ini masyarakat semua, spontanitas,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa kondisi Botok di Polda Jateng dilaporkan dalam keadaan baik dan sehat.
Di sisi lain, perwakilan AMPB, Harno, membenarkan adanya rombongan warga yang berangkat.
Namun ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan program resmi dari AMPB.
“Benar mas, hari ini ada masyarakat yang pergi ke Polda Jateng untuk menjenguk Mas Botok cs. Tapi saya tidak ikut karena ada urusan penting,” ujarnya. (adr)
Editor : Ali Mustofa