Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Duh! Belum Sempat Diresmikan, Tanggul Jembatan di Pucakwangi Pati Telan Anggaran Rp 1,8 M Ambrol, Ini Dugaan Penyebabnya

Redaksi Radar Kudus • Sabtu, 25 Oktober 2025 | 16:56 WIB
CEK KERUSAKAN: Petugas membenarkan jembatan ambrol di Desa Pelemgede, Pucakwangi kemarin.
CEK KERUSAKAN: Petugas membenarkan jembatan ambrol di Desa Pelemgede, Pucakwangi kemarin.

PATI - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pati selama tiga hari berturut-turut menyebabkan jembatan baru di Desa Pelemgede, Kecamatan Pucakwangi, mengalami kerusakan, Kamis (23/10).

Jembatan senilai hampir Rp1,9 miliar tersebut baru selesai dibangun dua minggu lalu.

Jembatan yang menjadi penghubung antara Desa Sokopuluhan dan Mencon itu merupakan proyek penggantian jembatan lama pada ruas jalan utama Kecamatan Pucakwangi.

Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, proyek ini dikerjakan oleh CV Aji Karya Mukti menggunakan dana APBD Tahun 2025, dengan nilai kontrak lebih dari Rp1,8 miliar dan masa kerja 150 hari kalender sejak 15 Mei 2025.

Namun, sebelum sempat diresmikan, tanggul bagian utara jembatan ambrol akibat derasnya aliran air dari Sungai setempat.

Arus sungai yang meningkat tajam setelah hujan deras sejak Selasa hingga Kamis malam menyebabkan pondasi tanggul di sisi barat terkikis hingga sebagian roboh.

Kepala Desa Pelemgede, Hadi Mustamar, membenarkan kejadian tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa sebenarnya warga berencana menggelar acara selamatan sebagai tanda syukur atas rampungnya jembatan tersebut. Namun, rencana itu terpaksa ditunda.

“Jembatan itu baru selesai sekitar dua minggu lalu. Rencana malam ini mau selamatan warga, tapi karena tanggulnya ambrol ya ditunda dulu,” ujarnya, Jumat (24/10).

Hadi menambahkan, kerusakan hanya terjadi pada tanggul atau pondasi samping, sementara struktur utama jembatan masih dinilai aman.

“Yang rusak itu tanggulnya, bukan jembatannya. Cuma karena aliran air deras, bagian bawah tanggul terkikis dan akhirnya ambrol,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Kabid Bina Marga DPUTR Kabupaten Pati, Hasto Utomo.

Ia memastikan bahwa jembatan masih dalam masa pemeliharaan dan perbaikan langsung dilakukan oleh pihak penyedia proyek.

“Kerusakan terjadi pada talud oprit dan talud jembatan, tapi struktur jembatannya aman. Hari ini langsung diperbaiki oleh penyedia,” kata Hasto usai meninjau lokasi.

Menurut Hasto, debit air yang tinggi menjadi faktor utama penyebab tanggul ambrol. Selain itu, urugan tanah yang masih baru juga mengalami penurunan dan tergerus derasnya arus air.

“Talud terdorong air hingga ambrol. Sekarang proses perbaikan dan pemadatan tanah sedang dilakukan. Kami targetkan maksimal dua minggu sudah selesai,” pungkasnya.

Meski sebagian tanggul jembatan rusak, akses bagi pengendara sepeda motor masih bisa dilalui.

Warga berharap perbaikan segera tuntas, mengingat jembatan tersebut merupakan jalur vital penghubung antar-desa dan akses utama warga untuk beraktivitas. (adr/ali)

Editor : Ali Mustofa
#pati #DPUTR #aliran sungai #jembatan #anggaran