Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Api Lalap Rumah Warga Pundenrejo Pati, Diduga Dipicu Sisa Pembakaran Sampah, Begini Kronologi dan Kerugiannya

Andre Faidhil Falah • Rabu, 8 Oktober 2025 | 21:12 WIB
SIAGA: Petugas kebakaran mencoba memadamkan api di warga Pundenrejo, Tayu pada Rabu (8/10).
SIAGA: Petugas kebakaran mencoba memadamkan api di warga Pundenrejo, Tayu pada Rabu (8/10).

PATI - Kebakaran menimpa rumah milik Sri Ningsih (43), warga Dukuh Pundenrejo RT 4 RW 4, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, pada Rabu pagi sekitar pukul 08.30.

Api melalap bagian dapur dan ruang usaha jahit milik korban. Diduga, kebakaran tersebut dipicu oleh kelalaian saat membakar sampah di halaman belakang rumah.

Asap tebal pertama kali terlihat oleh Siti Fatimah (65), tetangga korban, yang melihat kepulan asap dari arah dapur.

“Saya lihat asap tebal keluar dari belakang rumah. Kami bersama warga langsung berusaha memadamkan api seadanya sambil menghubungi Kepala Desa,” ujarnya.

Mengetahui kejadian itu, Kepala Desa Pundenrejo, M. Tafakuri, segera melaporkan ke pihak kepolisian.

Kapolsek Tayu AKP Aris Pristianto bersama anggotanya langsung bergerak menuju lokasi bersama tim Koramil 03 Tayu dan berkoordinasi dengan pemadam kebakaran PT LPI PG Pakis Baru untuk penanganan cepat.

Sekitar pukul 09.00 WIB, dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Proses pemadaman berlangsung selama kurang lebih satu jam, dan api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 09.30 WIB, disusul pendinginan hingga pukul 09.45 WIB.

“Alhamdulillah api berhasil dipadamkan sebelum menjalar ke seluruh bagian rumah. Kesigapan warga dan petugas sangat membantu,” terang Kapolsek Aris.

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, api diketahui berasal dari sisa pembakaran sampah yang merembet ke dinding dapur berbahan mudah terbakar.

“Dugaan sementara, kebakaran disebabkan kelalaian saat membakar sampah. Namun kami tetap melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyebab pastinya,” jelas Kapolsek Tayu.

Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material diperkirakan mencapai Rp 75 juta, meliputi peralatan dan mesin jahit, bahan kain, kulkas, mesin cuci, serta perabot rumah tangga lainnya.

Setelah api berhasil dipadamkan, petugas bersama warga membantu korban membersihkan sisa puing-puing kebakaran dan mengamankan area sekitar.

Polisi juga mencatat keterangan dari dua saksi untuk keperluan penyelidikan.

Kapolsek Aris mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat membakar sampah, terutama pada musim kemarau.

“Angin kencang bisa dengan cepat memperbesar api dan memicu kebakaran,” tegasnya.

Lebih lanjut, AKP Aris menekankan pentingnya koordinasi dan sinergi antara aparat kepolisian, TNI, pemadam kebakaran, serta perangkat desa.

“Penanganan cepat ini menjadi bukti bahwa kerja sama lintas instansi sangat penting dalam menghadapi situasi darurat,” pungkasnya. (adr)

Editor : Ali Mustofa
#kebakaran #masyarakat #membakar sampah #Pati Ambalau #kepulan asap #korban jiwa