PATI - Universitas Safin Pati (USP) menegaskan komitmennya mencetak generasi muda unggul dan berdaya saing.
Pada tahun akademik ini, USP resmi menerima 647 mahasiswa baru yang tersebar di 16 program studi dari lima fakultas.
Ketua Yayasan Safin Bina Bangsa, H. Saiful Arifin, menyampaikan bahwa keberadaan universitas merupakan indikator kemajuan suatu daerah.
Karena itu, ia berpesan kepada jajaran dosen dan dekan untuk menjaga kualitas serta menguatkan wadah pendidikan yang telah terbentuk.
“Lima tahun, sepuluh tahun, bahkan dua puluh tahun ke depan, kita harus tetap menjaga agar universitas ini terus mencetak generasi bangsa. Ilmu bisa dimanfaatkan untuk keluarga, agama, dan tentu negara Indonesia,” ujar Saiful dalam acara penerimaan mahasiswa baru, Rabu (10/9).
Saiful menjelaskan, USP resmi mendapat persetujuan menjadi universitas pada 8 Maret 2023 melalui penggabungan sejumlah sekolah tinggi di Pati.
Saat ini tersedia 16 program studi yang bisa dipilih lulusan SMA/SMK, mulai dari pendidikan jasmani, PGSD, kesehatan, hingga berbagai jurusan lainnya.
“Kalau negeri boleh saja, tapi kalau swasta, cukup kuliah di Pati. Kita punya dosen-dosen doktor yang memperkuat kualitas pendidikan. Total ada 1.700-an mahasiswa yang kini menempuh studi di USP,” tambahnya.
Saiful juga menegaskan bahwa USP tidak hanya dikenal lewat sepak bola, melainkan juga menawarkan pendidikan lengkap dari TK hingga universitas, termasuk program beasiswa.
Sementara itu, Rektor USP, Dr. Drs. H. Murtono, M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan kampus menerima ratusan mahasiswa baru di tahun ketiga berdirinya.
“Alhamdulillah, tahun ini kita menerima 647 mahasiswa baru yang tersebar di 16 prodi dari lima fakultas,” jelas Murtono.
Menurut Murtono, USP telah menyesuaikan sistem pembelajaran dengan perkembangan teknologi digital.
Selain kuliah reguler di kampus, tersedia juga layanan pembelajaran sore dan daring untuk mahasiswa yang bekerja.
USP saat ini memiliki 114 dosen tetap yang seluruhnya ber-NUPTK dan mengajar sesuai homebase di program studi masing-masing.
Lebih lanjut, Murtono menegaskan bahwa USP membekali mahasiswa dengan tiga nilai lebih, soft skill, life skill, dan kecerdasan emosional.
Mahasiswa diajak menganalisis situasi nyata di masyarakat, seperti potensi pertanian, perikanan, maupun bisnis berbasis IT.
“Kami ingin lulusan tidak hanya sarjana di atas kertas, tetapi siap bekerja. Mahasiswa juga dibekali life skill, misalnya lewat edu agrowisata, serta kecerdasan emosi agar mampu bersaing di dunia kerja,” pungkas Murtono. (adr)
Editor : Ali Mustofa