PATI – Perkumpulan Peng gemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Pati menggelar Pameran dan Kontes Bonsai Nasional (Pamnas) bertajuk ”Java Master”.
Ajang bergengsi ini, menampilkan ratusan mahakarya bonsai terbaik dari seluruh Indonesia.
Acara yang berlangsung selama 10 hari, mulai 30 Agustus hingga 9 September mendatang ini, digelar di halaman Stadion Joyokusumo Pati.
Acara ini terbuka untuk masyarakat umum. Sedikitnya ada 750 bonsai dari para seniman bonsai Nusantara dipamerkan.
Mulai dari Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan, hingga Nusa Tenggara Barat (NTB).
Java Master bukan hanya menjadi arena lomba untuk memperebutkan gelar best in show, tetapi juga menjadi etalase perkembangan seni bonsai tanah air.
Tahun ini, penyelenggaraan pameran dan kontes bonsai ini, terasa Istimewa, karena bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 PPBI, organisasi yang sejak 1979 menjadi wadah dan motor penggerak komunitas bonsai nasional.
Ketua Panitia Java Master Joko Sulistyono menyampai kan, dia bersyukur penyelenggaraan pamnas ber tajuk ”Java Master” ini, mendapat antusiasme yang luar biasa.
”Pesertanya mulai dari Sumatera hingga Lombok. Hingga tembus 750-an pohon bonsai,” katanya.
Menurutnya, Pati memiliki komunitas bonsai yang solid dan penuh semangat.
Java Master menjadi panggung untuk menunjukkan potensi daerah sekaligus ajang silaturahmi akbar para seniman bonsai.
”Kami yakin acara ini akan berdampak positif, tidak hanya bagi dunia perbonsaian, tetapi juga bagi pergerakan ekonomi lokal di Pati,” tambahnya.
Selain kontes yang dinilai dewan juri master, pengunjung juga dapat menikmati suguhan visual ratusan bonsai dengan berbagai gaya, ukuran, hingga usia yang mencapai puluhan bahkan ratusan tahun.
Panitia juga menyiapkan kegiatan pendukung seperti bursa bonsai dan tanaman hias, stan peralatan bonsai, serta demo dari para master bonsai nasional.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPBI Jackson Budi Kurniawan mengatakan, pada usia ke-46, PPBI tetap berkomitmen melestarikan sekaligus mengembangkan seni bonsai sebagai warisan budaya.
”Event seperti Java Master men jadii bukti nyata soliditas organisasi dan semangat para anggota. Ini bukan sekadar kontes, tetapi perayaan atas kesabaran, ketekunan, dan kecintaan terhadap alam yang tertuang dalam setiap karya,” jelasnya.
Menurut Jackson, Java Master juga menjadi ke sempatan emas bagi masyarakat untuk melihat langsung mahakarya seni hidup, belajar, sekaligus menikmati wisata edukasi yang menarik bersama keluarga.
Salah satu pengunjung, Anwar Muhammad, mengaku terkesan dengan pameran ini.
”Event ini sangat menarik, karena bonsai dari berbagai penjuru Nusantara ada di sini. Dengan Pati men jadi tuan rumah, diharapkan potensi daerah juga ikut terangkat,” ujarnya.
Anwar berharap, gelaran Java Master mampu semakin menguatkan komunitas bonsai di Pati yang selama ini dikenal cukup banyak dan aktif.
”Di Pati ini pecinta bonsai sangat banyak, semoga dengan adanya event ini komunitasnya semakin berkembang,” harapnya. (adr)
Editor : Ali Mustofa