Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Terkini Demo Pati 13 Agustus: Bupati Pati Sudewo Menolak Penuhi Tuntutan Demonstran untuk Mundur: Saya Kan Dipilih Rakyat Secara Konstitusional

Mahendra Aditya Restiawan • Rabu, 13 Agustus 2025 | 23:58 WIB

Warga demo Pati 13 Agustus 2025
Warga demo Pati 13 Agustus 2025

RADAR KUDUS - Ribuan warga Pati, Jawa Tengah, memadati Alun-alun Kota pada Rabu (13/8/2025) untuk menuntut Bupati Sudewo turun dari jabatannya.

Aksi yang diikuti puluhan ribu massa ini merupakan puncak dari protes terhadap kebijakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar 250 persen yang sebelumnya sempat diberlakukan oleh pemerintah kabupaten.

Sudewo, yang baru menjabat sejak 18 Juli 2025, menjadi sorotan tajam karena kebijakan tersebut dinilai memberatkan masyarakat.

Terlebih, pernyataannya yang sempat menantang warga agar menggelar demonstrasi besar-besaran jika tidak setuju, memicu kemarahan publik.

Meski belakangan ia membatalkan kenaikan tarif PBB dan meminta maaf, gelombang penolakan tidak mereda.

Bupati: “Saya Dipilih Secara Konstitusional”

Saat ditemui awak media di kantornya, di tengah berlangsungnya aksi, Sudewo menegaskan tidak akan mengundurkan diri hanya karena tuntutan demonstran.

“Saya dipilih rakyat melalui mekanisme demokratis. Tidak bisa saya berhenti hanya karena tekanan massa. Semua ada prosedurnya,” kata Sudewo seperti dilansir Kompas TV.

Ketika ditanya kembali apakah itu berarti tuntutan warga tidak akan dipenuhi, ia hanya menjawab singkat, “Kan sudah saya sampaikan tadi.”

Aksi di Lapangan Memanas

Sejak pagi buta, massa mulai berdatangan dari berbagai wilayah di Pati dan sekitarnya.

Hingga pukul 11.00 WIB, jumlah peserta aksi mencapai puluhan ribu orang. Mereka membawa spanduk, poster, dan beragam atribut protes.

Salah satu yang mencolok adalah bendera “Jolly Roger” dari serial anime One Piece, yang dalam konteks aksi ini menjadi simbol perlawanan terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak pada rakyat.

Bendera berukuran besar itu berkibar di tengah kerumunan, berdampingan dengan spanduk bertuliskan desakan agar Sudewo mundur.

Kericuhan mulai terjadi saat massa merasa tuntutan mereka diabaikan. Botol, gelas plastik, hingga sandal dilemparkan ke arah Kantor Bupati.

Massa juga merusak baliho, memecahkan kaca kantor, dan mencoba merobohkan gerbang pendapa. Situasi memuncak ketika sebuah mobil provos Polres Grobogan dibakar.

Gas Air Mata dan Water Cannon

Kepolisian yang berjaga di lokasi menembakkan gas air mata dan menyemprotkan water cannon untuk membubarkan massa yang mulai tak terkendali.

Sebagian peserta aksi berlarian menyelamatkan diri dan ada yang berlindung di Masjid Agung Baitunnur.

Sekitar pukul 12.16 WIB, Sudewo akhirnya keluar menemui warga dengan pengawalan ketat dari mobil taktis kepolisian.

Ia menyampaikan permintaan maaf singkat, namun tidak sempat berdialog panjang karena situasi yang semakin panas. Saat itu pula, botol air mineral dan sandal kembali dilemparkan ke arahnya.

Latar Belakang Aksi Besar

Gelombang protes ini tidak muncul begitu saja. Pemicu awalnya adalah kebijakan kenaikan PBB hingga 250 persen yang dikeluarkan di awal masa jabatan Sudewo.

Kebijakan tersebut memicu penolakan luas, terutama dari warga yang merasa beban ekonomi semakin berat.

Tensi meningkat setelah Sudewo mengeluarkan pernyataan menantang warga untuk menggelar aksi besar jika tidak setuju dengan kenaikan itu.

Ucapan tersebut menyebar cepat di media sosial dan memantik kemarahan publik.

Belakangan, Sudewo membatalkan kebijakan tersebut dan menyampaikan permintaan maaf.

Namun, bagi sebagian warga, hal itu tidak cukup. Mereka menilai langkah tersebut terlambat dan mencerminkan sikap arogan.

Yel-yel “Turun Sudewo” Menggema

Dalam orasi di depan Kantor Bupati, para koordinator aksi menyerukan yel-yel “Bupati harus lengser” dan “Turun Sudewo sekarang juga.”

Mereka menegaskan, tujuan utama aksi ini adalah memaksa Sudewo mundur dari jabatan.

Salah satu orator bahkan menantang Sudewo untuk menemui massa secara langsung, mengingat pernyataannya yang dulu mengatakan tidak gentar menghadapi aksi puluhan ribu orang.

Masa Jabatan Baru, Tantangan Besar

Sudewo baru sebulan memimpin Pati, namun sudah menghadapi ujian berat yang mengancam stabilitas pemerintahannya.

Meski telah menempuh langkah korektif, seperti membatalkan kenaikan PBB dan meminta maaf, citra dirinya terlanjur tergores di mata sebagian masyarakat.

Aksi unjuk rasa ini menjadi sinyal kuat bahwa hubungan antara pemerintah daerah dan warganya tengah berada pada titik kritis.

Dengan tekanan publik yang besar, masa depan kepemimpinan Sudewo akan sangat bergantung pada kemampuannya memulihkan kepercayaan rakyat.

Editor : Mahendra Aditya
#pati terkini #Bupati Pati Dikabarkan mundur #pemakzulan bupati mimika #Demo Pati Ricuh #aksi demo ricuh di pati #Bupati Pati Didemo Besar besaran Rakyatnya #bupati #Perlawanan Rakyat Pati adalah #dprd pati #bupati pati #alun alun kota pati #bupati lengser #tuntut bupati sudewo mundur #bupati harus turun jabatan #Pati Menggugat #bupati pati dimakzulkan #Bupati Sudewo dimakzulkan #Pati Rusuh #revolusi dimulai dari pati #Demo Bupati Pati #pemakzulan Bupati Pati #korban demo pati #bupati pati turun dari jabatan #profil bupati pati