PATI – Puluhan orang korban luka aksi unjuk rasa pada Rabu (13/8) dirawat di RSUD RAA Soewondo Pati.
Hal tersebut diungkapkan Direktur RSUD RAA Soewondo Pati, Rini Susilowati. ”Ada 33 korban luka yang dirawat.” ujarnya.
Menurut Rini, dirinya juga menepis isu yang mengatakan bahwa ada satu awak media yang dirawat di RSUD Pati telah meninggal dunia.
”Saat ini jumlah total yang dirawat ada 33 orang. Tapi kelihatannya ada tambahan lagi yang masuk dari rumah sakit swasta,” lanjutnya.
Sebelumnya diberitakan, ada tiga orang dikabarkan meninggal dunia dalam aksi ini.
Mereka adalah dua remaja, satunya adalah jurnalis. Hal tersebut diungkapkan Anggota DPRD Pati, Teguh Bandang.
”Ada dua remaja berinisial Zahra dan Syalwa yang meninggal dunia,” ujar Teguh di sela rapat paripurna.
“Informasi ini juga tersampaikan secara langsung melalui siaran live masyarakat. Kabar yang saya terima, mereka meninggal di RS Mitra,” lanjutnya.
Bentrok dalam demo ini terjadi ketika massa aksi berusaha memaksa masuk ke area yang dijaga ketat aparat, menyusul kekecewaan mendalam terhadap Bupati Pati, Sudewo.
Tak hanya itu, belasan aparat juga mengalami luka-luka.
Mereka mendapatkan perawatan di rumah sakit maupun fasilitas medis terdekat.
Namun, hingga berita ini diturunkan, informasi tersebut belum dapat dikonfirmasi secara resmi oleh pihak kepolisian maupun rumah sakit.
Demonstrasi ini juga mengakibatkan Kapolsek Kota Pati, Iptu Heru Purnomo, alami luka.
Saat ini kapolsek menjalani di RSUD RAA Soewondo Pati. Ia alami sejumlah luka, termasuk di bagian kepala.
Editor : Ali Mustofa