Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Terluka Cukup Parah, Kapolsek Kota Pati Iptu Heru Purnomo Mendapat Perawatan di Rumah Sakit

Ali Mustofa • Rabu, 13 Agustus 2025 | 22:32 WIB

 

Kapolsek Kota Iptu Heru Purnomo mengalami banyak luka di bagian kepala dirawat di rumah sakit.
Kapolsek Kota Iptu Heru Purnomo mengalami banyak luka di bagian kepala dirawat di rumah sakit.

PATI – Kapolsek Kota Pati, Iptu Heru Purnomo, mendapat perawatan di RSUD RAA Soewondo Pati.

Ia dilaporkan mengalami sejumlah luka, termasuk di bagian kepala. Dugaan sementara, ia menjadi korban pemukulan oleh sekelompok massa.

Saat itu aksi demonstrasi menolak kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) berlangsung ricuh.

Bahkan dikabarkan akibat demo yang digelar pada Rabu (13/8) memakan korban jiwa, tiga orang meninggal dunia.

”Ada dua remaja berinisial Zahra dan Syalwa yang meninggal dunia. Satunya seorang wartawan,” ujar Anggota DPRD Pati, Teguh Bandang.

“Informasi ini juga tersampaikan secara langsung melalui siaran live masyarakat. Kabar yang saya terima, mereka meninggal di RS Mitra,” ujarnya di sela rapat paripurna.

Selain Kapolsek, ada belasan anggota kepolisian lain yang juga mengalami luka-luka akibat bentrokan.

Mereka mendapatkan perawatan di rumah sakit maupun fasilitas medis terdekat.

Namun, hingga berita ini diturunkan, informasi tersebut belum dapat dikonfirmasi secara resmi oleh pihak kepolisian maupun rumah sakit.

Bentrok terjadi ketika massa aksi berusaha memaksa masuk ke area yang dijaga ketat aparat, menyusul kekecewaan mendalam terhadap Bupati Pati, Sudewo.

Sebelumnya massa, juga membakar mobil provos milik kepolisian yang semula terparkir di depan rumah dinas Kapolres Pati dijungkirkan dan dibakar massa.

Terlihat kepulan asap hitam pekat di Tengah kerumunan massa.

Hal tersebut akibat tuntutan massa untuk bertemu dengan Bupati Sudewo dan perwakilan DPRD tak terpenuhi.

Meski sebelumnya kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen dibatalkan.

Lalu massa berpindah lokasi menuju depan rumah dinas Kapolres.

Saat itu, massa memukul bodi mobil provos, menjungkirkan, lalu membakarnya. Api cepat membesar.

Kemudian petugas kepolisian yang berada di lokasi kejadian berupaya memadamkan api sambil menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan.

Kepulan asap dari mobil yang terbakar bercampur dengan asap gas air mata membuat situasi di sekitar rumah dinas Kapolres semakin kacau.

Berdasarkan rekaman video yang beredar, sebuah mobil dinas Provos Polisi terlihat terbakar di tengah kerumunan massa.

Dalam video berdurasi sekitar satu menit tersebut, asap hitam pekat membubung tinggi dari kendaraan yang terbakar.

Puluhan massa tampak mengerumuni titik api, sebagian terlihat berteriak dan mengangkat tangan, sementara api terus membesar.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi maupun penyebab pasti insiden tersebut.

Belum dapat dipastikan apakah pembakaran dilakukan secara sengaja atau dipicu insiden lain di lapangan.

Situasi di sekitar lokasi tampak mencekam. Aparat keamanan terlihat berupaya menenangkan massa dan mengamankan area kejadian guna mencegah kericuhan meluas.

Editor : Ali Mustofa
#meninggal #rumah sakit #pati #pemukulan #kepolisian