PATI – Program Sekolah Rakyat di Kabupaten Pati kembali membuka pendaftaran tahap kedua bagi calon peserta didik.
Setelah kuota tahap pertama sebanyak 50 siswa terpenuhi, kini ditambahkan kuota baru untuk 50 siswa lagi, seiring dengan meningkatnya kebutuhan dan antusiasme masyarakat terhadap program pendidikan inklusif ini.
Kepala Sentra Margo Laras Pati, Proboretno Kuncororini, mengatakan bahwa pihaknya telah menerima 50 siswa pada gelombang pertama sesuai dengan kuota awal.
Baca Juga: Mahasiswa Geruduk Kantor Bupati Pati, Tuntut Kaji Ulang Kenaikan PBB hingga 250 Persen
Namun karena banyaknya kebutuhan yang belum terpenuhi, pihaknya menambah jumlah rombongan belajar (rombel) dari dua menjadi empat kelas.
“Kami menambah dua rombel lagi. Dari awalnya dua menjadi empat. Maka kami harus mencari tambahan siswa. Tapi sebagian besar anak yang sebelumnya sudah kami data ternyata telah mendaftar ke SMP atau MTs lain. Ini jadi tantangan tersendiri,” ujar Retno, sapaan akrabnya.
Retno berharap Pemerintah Kabupaten Pati ikut aktif membantu menjembatani pendekatan kepada para orang tua, khususnya mereka yang anaknya telah masuk dalam pendataan awal, agar bersedia kembali mendaftar di Sekolah Rakyat.
“Waktu yang diberikan oleh Kementerian Sosial sangat terbatas. Jadi kami harus bergerak cepat. Salah satu strategi kami adalah berkoordinasi dengan stakeholder—mulai dari camat, lurah, hingga perangkat desa—untuk menyosialisasikan kembali program ini dan meyakinkan orang tua,” jelasnya.
Sekolah Rakyat di Kabupaten Pati direncanakan mulai beroperasi pada Juli 2025.
Lokasinya akan dipusatkan di Sentra Margo Laras Pati yang sudah dilengkapi bangunan serta sarana pendukung kegiatan belajar mengajar.
“Gedung dan fasilitas sudah tersedia. Kami siap mengoperasikan Sekolah Rakyat mulai bulan Juli nanti,” tambah Retno.
Dukungan juga datang dari Bupati Pati, Sudewo. Ia telah menginstruksikan seluruh camat di wilayahnya agar turun langsung ke masyarakat dan membantu mendekati para orang tua siswa yang telah terdata.
“Beberapa dari anak-anak yang sudah masuk pendataan ternyata sudah mendaftar ke sekolah lain. Saya minta kesadaran dari para orang tua agar bersedia mengembalikan anak-anak mereka ke program Sekolah Rakyat, demi keberlanjutan pendidikan mereka,” tegasnya.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Pati.
Daerah ini menjadi salah satu dari 11 kabupaten/kota di Indonesia yang masuk dalam pelaksanaan tahap pertama program Sekolah Rakyat.
“Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ini kesempatan besar untuk meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak di Pati,” pungkas Sudewo.
Sekolah Rakyat merupakan program kolaboratif antara pemerintah pusat dan daerah yang bertujuan menyediakan akses pendidikan alternatif bagi anak-anak rentan dan kurang mampu.
Di tengah tantangan sistem pendidikan formal, inisiatif ini menjadi harapan baru agar tak ada anak yang tertinggal dalam proses belajar. (Andre Faidil Falah)
Editor : Mahendra Aditya