Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tujuh Desa di Pati Terendam Banjir, Air Capai 80 Sentimeter

Redaksi Radar Kudus • Selasa, 20 Mei 2025 | 22:19 WIB

 

BERTAHAN: Warga Desa Ketitang Wetan duduk di halaman rumahnya kemarin.  
BERTAHAN: Warga Desa Ketitang Wetan duduk di halaman rumahnya kemarin.  

 

PATI – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Pati sejak Senin siang (19/5) menyebabkan banjir di sejumlah desa. Sedikitnya tujuh desa dilaporkan terendam banjir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati mencatat, curah hujan yang tinggi—terutama dari kawasan Pegunungan Kendeng—menyebabkan luapan air yang berdampak pada tujuh desa.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Pati, Martinus Budi Prasetya, menjelaskan desa-desa terdampak meliputi Desa Gunungpanti di Kecamatan Winong; Desa Sinomwidodo dan Angkatan Kidul di Kecamatan Tambakromo; Desa Tanjunganom dan Gabus di Kecamatan Gabus; serta Desa Ketitang Wetan dan Ngening di Kecamatan Batangan.

Baca Juga: Polisi Tangkap Dua Preman Hadang Truk Limbah di Pabrik HWI Pati, Sisanya Diburu

“Intensitas hujan yang tinggi di wilayah Pegunungan Kendeng menyebabkan aliran air meluap dan merendam sejumlah desa,” jelas Martinus.

Ia menambahkan, ketinggian air bervariasi tergantung pada kondisi topografi dan lokasi permukiman.

Di beberapa titik, genangan air mencapai antara 10 hingga 50 sentimeter. Namun, kondisi terparah terjadi di Desa Ketitang Wetan, di mana hingga pukul 10.30 WIB, permukiman warga masih terendam dengan ketinggian air mencapai 40 hingga 80 sentimeter.

Baca Juga: Visa Haji Tertunda, Empat Jamaah Calhaj asal Kabupaten Kudus Akhirnya Diberangkatkan Bareng Rombongan Pati

Tak hanya genangan air, banjir juga membawa material lumpur. Di Desa Angkatan Kidul, ketebalan lumpur yang terbawa arus air tercatat antara 5 hingga 25 sentimeter.

Sementara itu, banjir di Desa Tanjunganom turut merendam jalan-jalan permukiman, sehingga mengganggu aktivitas warga.

BPBD Kabupaten Pati masih terus memantau perkembangan situasi dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan di wilayah tersebut masih berpeluang tinggi. (Andre Faidil Falah)

Editor : Mahendra Aditya
#curah hujan tinggi #banjir #pati #banjir di pati