PATI - Pemkab Pati mulai merealisasikan proyek perbaikan infrastruktur jalan di sejumlah titik strategis.
Dari total 56 ruas jalan yang direncanakan, sepuluh di antaranya telah memasuki tahap pelaksanaan, bahkan satu ruas yakni Sukolilo–Tompegunung dinyatakan telah selesai dikerjakan.
Adapun daftar ruas jalan yang telah dalam proses perbaikan meliputi: Tayu - Dukuhseti, Dukuhseti - batas Jepara, Bulungan - Tayu Kulon, Gabus - Winong, Gabus - Tambakromo, Bringinwareng - pasar hewan, Tambakromo - Batas Grobogan, Sukolilo - Prawoto, Sukolilo - Misik, dan Sukolilo - Tompegunung (selesai).
Seluruh pengerjaan jalan ditargetkan rampung secara bertahap hingga Juli 2025.
Perbaikan jalan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Salah satu titik yang telah hampir rampung adalah ruas Jalan Dukuhseti–Tayu hingga batas Kabupaten Jepara.
Suwandi, warga Desa Bakalan, Kecamatan Dukuhseti, yang berprofesi sebagai pedagang, mengungkapkan rasa syukurnya.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Sudewo. Jalan hampir 100 persen selesai, harapannya ekonomi masyarakat bisa ikut berkembang,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebelum jalan diperbaiki, kondisi jalan yang rusak dan berdebu kerap menimbulkan gangguan kesehatan terutama bagi anak-anak.
Namun kini, dengan jalan yang lebih layak, lingkungan lebih bersih dan usaha dagangnya pun mengalami peningkatan.
Hal senada juga disampaikan Parman, warga Tayu yang kerap melintasi jalur Tayu-Puncel menuju Jepara.
Ia menyebut kondisi jalan saat ini jauh lebih baik dan memuji kinerja Bupati Sudewo.
“Kerja nyata ini, bupatinya istimewa!” ujarnya puas.
Salah satu ruas jalan yang mengalami transformasi besar adalah Jalan Winong– Gabus.
Dahulu, jalan ini sering disebut warga sebagai “wisata jeglongan sewu” karena kerusakannya yang parah. Namun kini, kondisi tersebut telah berubah drastis.
“Terima kasih Pak Bupati Sudewo. Jalan yang dulu rusak parah sekarang sudah mulus. Janji-janji beliau terbukti,” ungkap Ngusman, warga Mintorahayu, Kecamatan Winong.
Sebagai bentuk rasa syukur, sejumlah warga bahkan berinisiatif menggelar tasyakuran secara mandiri.
Seorang ibu dari Desa Tambakromo, yang enggan disebut namanya, mengaku pernah menanam pohon pisang sebagai protes terhadap jalan rusak.
Kini, ia justru ikut menyiapkan acara syukuran atas selesainya proyek jalan di desanya.
Tak hanya di bagian utara dan tengah Pati, warga di wilayah selatan seperti Kecamatan Sukolilo juga merasakan manfaat dari perbaikan jalan.
Slamet, warga Desa Tompegunung, menyampaikan apresiasi atas rampungnya proyek perbaikan jalan di desanya.
“Jalan sekarang bagus, aktivitas warga jadi lebih lancar, risiko kecelakaan berkurang,” ungkapnya.
Ia berharap pemerintah terus melakukan pengawasan agar kualitas pembangunan sesuai standar dan tahan lama. (Andre Faidhil Falah)
Editor : Ali Mustofa