PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati kini makin intensif mengajak warganya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan gratis (CKG).
Dengan tingkat kesadaran masyarakat yang masih rendah dalam melakukan medical check-up, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati menerapkan strategi jemput bola agar layanan ini bisa lebih luas menjangkau warga.
Langkah ini bertujuan untuk mendeteksi dini berbagai penyakit serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Bumi Mina Tani.
Target Ambisius: 80 Persen Warga Pati Harus Diperiksa
Kepala Dinkes Kabupaten Pati, dr. Aviani Tritanti Venusia, menegaskan bahwa program CKG menargetkan cakupan hingga 80 persen dari total masyarakat Pati.
Demi mencapai angka tersebut, pihaknya turun langsung ke lapangan, menyasar berbagai instansi, fasilitas umum, hingga rumah warga.
"Di momen Ramadan ini, kami manfaatkan untuk mempercepat capaian target. Kemarin kami sudah masuk ke OPD (Organisasi Perangkat Daerah) untuk menyasar karyawan dan keluarganya," ungkap dr. Aviani.
Hingga saat ini, program CKG telah tersedia di 29 Puskesmas di Kabupaten Pati. Selain itu, tim Dinkes juga telah menyambangi sejumlah kantor pemerintahan, seperti DPRD Pati, Sekretariat Daerah (Setda) Pati, Satpol PP, hingga kantor Dinkes sendiri.
Dari Pos Mudik Hingga Sekolah, Tak Ada Alasan untuk Tidak Periksa Kesehatan
Tidak hanya menyasar pegawai dan instansi pemerintah, Dinkes Pati juga memanfaatkan momentum arus mudik Lebaran untuk memperluas layanan ini.
Pos-pos pengamanan mudik yang tersebar di wilayah strategis seperti Puri dan Juwana akan disulap menjadi titik layanan CKG bagi kru armada mudik dan petugas pengamanan.
"Saat arus mudik, kami akan membuka layanan CKG di pos-pos pengamanan.
Meskipun tidak sampai 24 jam, layanan ini akan tersedia sesuai jadwal yang sudah kami tentukan," jelas dr. Aviani.
Setelah Lebaran, cakupan CKG akan semakin luas. Layanan ini akan menyentuh tingkat kecamatan, desa, sekolah-sekolah, dan berbagai kantor layanan masyarakat.
"Kami akan terus mendorong pelaksanaan CKG hingga ke perangkat desa dan sekolah.
Meskipun program ini memiliki target selama satu tahun, jika bisa tercapai lebih cepat, tentu akan lebih baik," tambahnya.
Masyarakat Harus Proaktif! Jangan Sampai Menyesal Terlambat Deteksi Penyakit
Melalui strategi jemput bola ini, Pemkab Pati berharap masyarakat lebih peduli terhadap kesehatannya.
Deteksi dini penyakit sangat penting untuk mengurangi risiko komplikasi dan biaya pengobatan yang lebih mahal di kemudian hari.
Tak hanya pemeriksaan dasar, program ini juga dapat membantu mengidentifikasi penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, serta gangguan jantung yang sering muncul tanpa gejala awal yang jelas.
Dengan semakin mudahnya akses layanan kesehatan, tak ada lagi alasan bagi masyarakat untuk menunda medical check-up. Mumpung gratis, ayo manfaatkan layanan ini sebelum terlambat! (adr)
Editor : Mahendra Aditya