PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati terus mengintensifkan pembinaan terhadap puluhan desa wisata yang tersebar di Bumi Mina Tani.
Langkah ini bertujuan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki setiap desa.
Kepala Bidang Destinasi Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati, Dwi Prasetyo, mengungkapkan bahwa pada 2025 tidak ada program pembentukan desa wisata baru.
Sebaliknya, fokus akan diberikan pada evaluasi dan pembinaan desa wisata yang telah ada.
"Tahun ini tidak ada program pembentukan desa wisata baru, tetapi kami akan mengevaluasi dan membina desa wisata yang sudah terbentuk," jelas Dwi.
Ia menambahkan bahwa sejak tahun 2019 hingga 2024, Kabupaten Pati telah memiliki 22 desa wisata yang tergolong dalam kategori rintisan dan berkembang.
Meskipun tidak ada desa wisata baru, Dinporapar Pati berupaya memaksimalkan pengembangan desa wisata yang ada agar naik ke level yang lebih tinggi.
Upaya tersebut mencakup pembinaan terhadap kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dan pengoptimalan potensi desa wisata.
"Kami tetap melaksanakan pembinaan, yang pertama dengan memperkuat sumber daya manusianya," ujarnya.
"Yaitu kelompok sadar wisata (Pokdarwis), dan yang kedua dengan memantau jumlah kunjungan wisatawan setiap bulan," jelasnya.
Menurut Dwi, jumlah kunjungan wisatawan adalah faktor penting yang menentukan keberlangsungan dan eksistensi desa wisata.
"Jika sebuah objek wisata tidak dikunjungi, maka sulit bagi destinasi tersebut untuk mendorong pertumbuhan pariwisata," tambahnya. (aua)
Editor : Ali Mustofa