RADAR KUDUS – Tumpukan sampah di pinggir jalan Desa Grogolsari, Kecamatan Pucakwangi, kembali dikeluhkan warga dan pengguna jalan.
Selain menimbulkan bau tidak sedap, sampah yang berserakan hingga ke badan jalan juga mengganggu lalu lintas serta mencemari lingkungan.
Fitri (26), salah satu pengendara yang rutin melewati jalur alternatif Pucakwangi-Pati, mengaku harus menutup hidung setiap kali melintas di lokasi tersebut.
“Baunya sangat menyengat, apalagi saat cuaca panas. Sampahnya juga berserakan ke jalan, jadi cukup mengganggu pengendara,” ujarnya pada Jumat (8/3).
Menurut Fitri, lokasi tersebut sudah lama menjadi tempat pembuangan sampah liar.
Awalnya hanya ada satu tumpukan kecil, namun lama-kelamaan jumlahnya semakin banyak hingga menggunung.
“Sudah sekitar dua tahun masalah ini dibiarkan tanpa solusi yang jelas,” tambahnya.
Menanggapi keluhan ini, Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Muntamah, meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati untuk segera menangani permasalahan tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah desa juga harus berperan aktif dalam mengelola sampah dengan lebih inovatif.
“DLH harus turun tangan, tapi desa juga harus punya inisiatif dalam pengelolaan sampah. Misalnya dengan membuat program pengolahan sampah berbasis masyarakat atau menyediakan tempat pembuangan sampah yang lebih layak,” ujar Muntamah.
Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa sampah sebenarnya masih memiliki nilai ekonomis jika dikelola dengan baik.
Sampah organik bisa diolah menjadi pupuk kompos, sementara sampah anorganik dapat didaur ulang atau diolah menjadi barang bernilai guna.
“Dengan edukasi dan inovasi yang tepat, masyarakat bisa diajak berperan aktif dalam mengatasi masalah sampah, bukan sekadar membuangnya sembarangan,” tandasnya.
Warga berharap ada tindakan konkret dari pemerintah daerah untuk membersihkan tumpukan sampah yang mengganggu ini serta upaya jangka panjang dalam pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan. (aua)
Editor : Mahendra Aditya