PATI – Siswa-siswa di Kecamatan Jakenan terpaksa menjalani pembelajaran daring di rumah.
Sebab hujan mengguyur wilayah Jakenan. Akibatnya, jalan dan sekolah tergenang kebanjiran.
Banjir tersebut menggenangi sebagian wilayah Desa Glonggong yang berada di sekitar Sungai Glonggong.
Ketinggian air mencapai sekitar 30 cm. Selain jalan, SMPN 1 Jakenan juga kebanjiran.
Hal tersebut membuat pihak sekolahan terpaksa meminta murid-muridnya untuk belajar di rumah. Kesehatan dan keselamatan siswa diperhitungkan.
Salah satu siswa kelas 7 SMPN 1 Jakenan, Wahyu, tetap fokus mengikuti pembelajaran daring bersama teman-temannya.
Ia mengungkapkan, beberapa ruangan sekolah, termasuk lima kelas, perpustakaan, dan ruang keterampilan, terendam banjir.
"Kelas tujuh yang kemasukan air, ada lima kelas, perpustakaan, dan ruang keterampilan. Hari ini libur, besok masuk lagi kalau sudah surut. Sekarang belajar online," ujarnya sembari mengerjakan tugas dari gurunya.
Sementara itu, Ketua RT 5 RW 01 Desa Glonggong, Suparmin (53), menjelaskan, banjir mulai menggenangi wilayahnya sekitar pukul 03.00.
Menurutnya, banjir akan cepat surut jika tidak ada hujan susulan.
"Tadi sebelum subuh sudah mulai banjir. Kalau Sungai Glonggong meluap, biasanya cepat surut. Ini sekitar 30 cm, nanti turun, tapi kalau hujan lagi bisa naik lagi," katanya.
Selama musim hujan kali ini, wilayahnya sudah mengalami banjir lima kali. Meskipun ketinggian air tidak separah tahun sebelumnya.
"Bulan Desember satu kali, Januari dua kali, Februari dua kali. Jadi sudah lima kali selama musim hujan ini," imbuhnya.
Selain menggenangi jalan dan sekolah, banjir juga menyebabkan jalan di dekat rumahnya ambles.
"Akibat banjir, ada jalan yang ambles. Kalau banjir selesai, jalan ini bakal berkurang separuh," tandasnya.
Warga berharap banjir segera surut agar aktivitas kembali normal, terutama bagi siswa yang terdampak dan harus belajar dari rumah. (adr)
Editor : Ali Mustofa