PATI – Modus penipuan yang mengatasnamakan pejabat kembali terjadi di Kabupaten Pati.
Kali ini, nama Wakil Ketua DPRD Pati sekaligus Ketua DPC PKB Pati, Bambang Susilo, dicatut oleh pelaku.
Camat Tayu, Imam Rifai, menjadi salah satu target dari aksi tersebut.
Imam Rifai mengungkapkan bahwa pada Selasa (21/1), ia menerima pesan WhatsApp dari nomor 081324569053.
Dalam pesan tersebut, pelaku mengaku sebagai Bambang Susilo. Tidak berhenti di situ, pelaku juga menelepon Imam untuk meminta nomor perwakilan pimpinan PT LPI.
“Saat menelepon, saya merasa suaranya tidak seperti suara Pak Bambang. Karena itu, saya langsung menghubungi nomor pribadi beliau. Ternyata itu bukan Pak Bambang,” jelas Imam.
Ia menambahkan bahwa pelaku belum sempat meminta uang, namun permintaan nomor pimpinan PT LPI sudah membuatnya curiga.
Setelah memastikan nomor tersebut bukan milik Bambang Susilo, Imam memutuskan untuk mengabaikan komunikasi lebih lanjut dengan pelaku.
Menanggapi kejadian tersebut, Bambang Susilo membenarkan bahwa namanya telah dicatut oleh pelaku.
Sebagai langkah antisipasi, ia segera membuat klarifikasi melalui status WhatsApp untuk memperingatkan masyarakat agar tidak menjadi korban.
“Yth. Sahabat, teman-teman, dan Bapak/Ibu sekalian. Ada yang menggunakan profil dan kedudukan saya dengan nomor HP yang bukan milik saya. Apabila dihubungi nomor HP tersebut, mohon diabaikan karena itu bukan kontak saya,” tulis Bambang, disertai foto nomor HP pelaku.
Bambang juga meminta masyarakat untuk selalu waspada terhadap modus penipuan semacam ini.
“Kasus seperti ini sering terjadi, jadi kami harap masyarakat tidak mudah percaya dan langsung memverifikasi kepada pihak terkait jika ada permintaan mencurigakan,” ujarnya.
Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk berhati-hati terhadap modus penipuan yang kerap mengatasnamakan pejabat atau tokoh masyarakat.
Upaya verifikasi langsung ke pihak yang bersangkutan sangat penting untuk menghindari menjadi korban.
Pihak berwenang juga diharapkan dapat menindaklanjuti kasus ini untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. (aua/khim)
Editor : Abdul Rokhim